Tebu Manten untuk Produksi Gula

07/04/2018, 10:25 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sepasang pengantin tebu Kyai Sukro dan Nyai Manis diarak dalam upacara tradisional Cembengan atau Tebu (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Tebu manten merupakan acara puncak Slamatan Giling dan Suling PT Madubaru. Tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun itu merupakan wujud pandangan bahwa tebu adalah sesuatu yang bernyawa. Jadi, harus dikawinkan.

"Harapannya nanti dapat beranak pinak memiliki cucu. Sehingga nantinya tebu dapat lebih banyak lagi," ungkap Direktur Utama PT Madubaru Rahmat Edi Cahyono kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (6/4).

Prosesi turun-temurun ini merupakan tanda akan dimulainya proses giling di Pabrik Gula Madukismo, Bantul. Sebelum prosesi ini dimulai, Slamatan Giling dan Suling 2018 dimulai sejak Februari. 

Gula diproduksi dari bahan baku tebu. (Pixabay.com)

(cr2/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi