← Beranda

Rasanya Menggoda, Menjelajahi Kelezatan Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba

Diki FebriantoSabtu, 13 Januari 2024 | 20.08 WIB
MENU KHAS: Alfiah alias Bu Bokin sudah berjualan rujak cingur kurang lebih empat dekade. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Jawa Timur memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang khas dan menyuguhkan gastronomi yang tidak dapat terlupakan.

Menjelajahi kelezatan makanan di Jawa Timur, identik dengan cita rasa unik, hasil dari bumbu tradisional yang telah mencuri hati penikmat kuliner dari berbagai penjuru.

Perpaduan bumbu yang melimpah telah menghasilkan cita rasa masakan yang kuat. Rasa gurih, asam, dan pedas, menjadi karakter makanan khas Jawa Timur.

Selain itu, proses memasak makan khas Jawa Timur, biasanya dengan cara digoreng, pepes, bakar atau panggang, dan kukus.

Menjelajahi Makanan Khas Jawa Timur

Menelusuri makanan di berbagai daerah Jawa Timur pasti tidak ada habisnya. Berikut daftar menu makanan di Jawa Timur.

1. Rujak Cingur

Rujak Cingur merupakan salah satu kuliner yang menjadi simbol Kota Surabaya. Makanan ini identik dengan campuran cingur (mulut sapi dan sekitar hidung) sebagai bahan utamanya.

Cingur biasanya dilengkapi dengan tahu, tempe, irisan sayur, lontong, dan bumbu kacang dengan campuran petis.

Rujak Cingur disajikan dengan pincuk daun pisang maupun piring saji lengkap dengan kerupuk di atasnya.

Dilansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Rujak Cingur tercipta dari besarnya peran petis terhadap kuliner, yang berfungsi sebagai penyedap rasa. Petis menjadi bahan utama dari beberapa sajian makanan di Surabaya.

2. Lontong Balap

Memiliki nama yang unik, Lontong Balap tidak dapat dilepaskan dari cerita penjualnya yang tidak ingin ketinggalan pembeli, para penjual memikul dagangannya dengan setengah berlari.

Lontong Balap memiliki bumbu kacang yang terbuat dari kacang tanah, bawang putih, cabe, petis udang, gula merah, dan air.

Bahan-bahan tersebut lalu dihaluskan hingga menjadi saus kacang yang gurih. Penyajian Lontong Balap terdiri dari lontong, taoge, dan lentho sebagai kunci kenikmatan Lontong Balap.

3. Rawon

Rawon adalah makanan khas Jawa Timur, identik dengan kuahnya yang hitam. Rawon tersebar di beberapa daerah seperti, Surabaya, Probolinggo, dan Malang.

Secara umum, Rawon dengan kuah hitamnya berisi daging, dengan pelengkap tauge, kerupuk, dan tempe.

Kuah hitam pada rawon terbuat dari berbagai macam jenis rempah-rempah tradisional. Warna hitam pada kuah bukan dihasilkan dari warna kecap melainkan salah satu rempah bernama biji keluak.

4. Nasi Tempong

Nasi Tempong atau Sego Tempong merupakan makanan tradisional khas Banyuwangi, Jawa Timur.

Makanan ini biasanya disajikan lengkap dengan berbagai macam lauk pauk seperti tahu, ikan asin, tempe, dan perkedel jagung.

Selain itu, Nasi Tempong dilengkapi dengan lalap, seperti bayam rebus, terong rebus, kemangi, dan mentimun. Istilah ‘tempong’ yang berarti ‘tampar’ untuk menggambarkan rasa pedas sambal yang pedas.

Dilansir dari balaibahasajatim.kemdikbud.go.id, Nasi Tempong memiliki ciri khas pada sambalnya pedas yang seakan-akan menampar mulut.

5. Pecel Semanggi

Sama seperti namanya, Pecel Semanggi dibuat dari daun semanggi yang dikukus, dilengkapi bumbu. Bumbu Pecel Semanggi terbuat dari terasi, gula jawa, dan cabai.

Selain itu, menikmati pecel semanggi dapat ditambahkan kecambah, kangkung, dan kerupuk uli yang berbahan dasar beras.

Pecel Semanggi biasanya disajikan dengan pincuk daun pisang, yang akan menambah cita rasa tradisional nusantara. Penjual Pecel Semanggi mudah ditemui, khususnya di Surabaya.

EDITOR: Nicolaus Ade