← Beranda

Pecinta Kopi Wajib ke Sini Saat Berkunjung ke Ubud Bali, Nikmati Sensasi Kopi di Ketinggian 700 meter

Hildaniar NovitasariJumat, 24 November 2023 | 16.12 WIB
Seorang pengunjung mencicipi kopi di Bali Pulina, kawasan Ubud, Bali, Kamis (23/11/2023). (Antara/Lia Wanadriani Santosa)

 

JawaPos.com – Sama seperti kota-kota lainnya, Ubud, Bali juga memiliki kopi khas di daerahnya.

Jika kamu sedang berwisata ke Ubud, Bali, maka tak lengkap rasanya jika belum mencicipi kopi yang ada di Bali Pulina, Ubud.

Sebagai informasi, detail lokasi berada di Desa Pujung Kelod, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar atau sekitar 7 km di sebelah utara Ubud.

Selain memiliki ciri khas, kedai kopi Bali Pulina ini terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan memiliki suhu rata-rata 24 derajat.

Di sana ada berbagai jenis kopi yang disajikan, namun juga terdapat menu yang menjadi rekomendasi dan primadona wisatawan.

Menu tersebut adalah Kopi Bali dan kopi luwak. Dalam menu tersebut Kopi Bali masuk menjadi bagian Black Coffee series.

Melansir dari Antara, Jumat (24/11), seorang pemandu tur di Bali Pulina bernama Ayu membicarakan tentang rasa Kopi Bali.

Dia menjelaskan jika itu tergantung dari jenis biji kopi yang digunakan. Apabila, menggunakan arabika Kintamani maka cita rasa yang dominan adalah citrus atau jeruk.

“Biasanya kami pakai jenis biji kopi arabika Kintamani, dengan dominan rasa citrus. Dan Arabika dari asal rasa lebih ke buah, jadi ada rasa manis, asam, dan pahitnya,” ungkapnya Kamis (23/11).

Ayu mengatakan jika rasa kopi yang didapatkan itu berasal dari tanaman yang ditanam di sekitar Bali Pulina.

Seperti, biji kopi Arabika Kintamani kebanyakan ditanam dengan tanaman jeruk sehingga bisa mempengaruhi rasanya.

Di sana ada sejumlah pilihan proses biji kopi yang digunakan dan tentunya ini juga akan mempengaruhi rasa pada kopi yang ditawarkan.

Para pengunjung pun bisa memilih proses tersebut menyesuaikan seleranya. Bagi pecinta kopi dengan rasa cenderung pahit dan kuat maka bisa memilih dry process, yang mana biji kopi akan dipetik saat buah masih merah dan kuning, lalu dijemur selama 2-3 pekan.

Bagi orang yang menyukai kopi dengan rasa asam, maka bisa memilih wet process yakni biji kopi dipetik dari buah yang masih merah. Kulitnya kemudian dikupas, lalu biji direndam di air selama 24 jam dan dijemur.

Lalu bagi yang ingin kopi dengan rasa yang cenderung floral bisa memilih biji dengan natural process, sedangkan untuk penikmat kopi dengan rasa sedikit manis bisa mencoba honey process.

Di sisi lain, Kopi Luwak juga menjadi menu rekomendasi di Bali Pulina. Jenis biji kopi yang digunakan adalah arabika. Namun, berbeda dengan kopi hitam.

Kopi Luwak ini cenderung memiliki rasa yang lebih lembut dari kopi biasa, sehingga tidak terlalu pahit, dan memiliki kadar kafein yang lebih rendah.

Sembari menikmati seduhan kopi hangat di tempat yang dingin, pengunjung bisa juga mendengar penjelasan tentang pembuatannya, dimulai dari bagaimana luwak memilih biji kopi, proses pembuatan hingga kopi siap dihidangkan.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti