JawaPos.com - Lampung sebagai provinsi yang dijuluki Little Indonesia, mempunyai banyak sekali wisata alam. Hal tersebut tentu membuat provinsi ini menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu berlibur mereka.
Bukan hanya terkenal dengan wisata alam bawah lautnya yang eksotis, Lampung juga kaya akan wisata alam dataran tingginya, entah itu gunung atau bukit. Bukit Bawang Bakung, salah satu destinasi wisata di Lampung Barat ini, menjadi surga bagi para pecinta alam dataran tinggi.
Pada awalnya, bukit Bawang Bakung ini dikenal dengan nama bukit Geredai. Bahkan hingga saat ini, masyarakat sekitar menyebut bukit Bawang Bakung ini dengan nama Geredai. Letak bukit Bawang Bakung berada di sebuah desa bernama Kembahang Negeri Ratu, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat.
Bukit ini terkenal dengan negeri diatas awannya yang menawarkan suasana wisata camping di atas bukit, dan sangat cocok untuk para pemburu sunrise maupun sunset Keindahan alam bukit Bawang Bakung sering disebut-sebut sama seperti layaknya di Gunung Bromo Jawa Timur.
Cara Menuju Bukit Bawang Bakung
Rute Perjalanan :
Dari Kota Bandar Lampung, rute awal yang harus dituju adalah Kabupaten Lampung Barat.
Banyak alternatif untuk pergi ke Lampung Barat, seseorang bisa menaiki bus, atau pun kendaraan roda dua ataupun empat.
Perjalanannya kira-kira bisa menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 5 sampai 6 jam setengah. Setelah sampai di pusat kota Lampung Barat, ambil lah jalan menuju Kecamatan Liwa.
Perjalanan menuju Liwa akan membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja.
Dari pusat Kota Lampung Barat sudah tidak ada lagi kendaraan umum yang bisa digunakan untuk menuju Bukit Bawang Bakung ini.
Sehingga seseorang harus menggunakan mobil atau motor pribadi, menyewa pun bisa jadi alternatif.
Ketika menuju kesana, jalur yang dilewati berkelok-kelok dan akan disuguhkan dengan pemandangan kabut yang luar biasa.
Setelah sampai di Kecamatan Lawi, bertanyalah pada masyarakat sekitar tentang letak bukit ini.
Biasanya setelah bertanya, masyarakat dengan sigap dan lugas menjelaskan rute menuju ke Bukit Bawang Bakung.
Atau sebagai alternatif, seseorang juga bisa sampai pada titik awal menggunakan fitur Google Map dengan keyword Bukit Kabut Bawang Bakung.
Setelah sampai di parkiran mobil untuk menuju Objek Wisata Bukit Bawang Bakung, seseorang dapat memilih berjalan kaki atau menaiki ojek untuk sampai ke puncak bukit.
Dilansir Jawapos dari Lampung Geh, parkir mobil disana tarifnya sebesar Rp10.000 dan ojek yang disewa tarifnya Rp30.000 sudah termasuk pulang-pergi.
Harga Tiket Masuk Bukit Bawang Bakung
Setiap wisatawan diharuskan membayar simaksi sebesar Rp5000 per orang saat siang hari dan Rp10.000 per orang pada malam hari.
Setelah membayar simaksi, wisatawan diharuskan untuk mengisi buku pengunjung seperti yang biasa dilakukan saat akan mendaki gunung.
Pesona Keindahan Bukit Bawang Bakung
1. Pesona Sunrise dan Sunset
Seseorang dapat menyaksikan keindahan matahari terbit dari atas Bukit Bawang Bakung ini pada pukul 05.00 WIB.
Dari ketinggian bukit Bawang Bakung dengan balutan hutan Lampung Barat dibawahnya, tak jarang juga dilengkapi dengan kemunculan kabut putih di pagi hari, sempurna dapat membuat warna matahari terbit yang indah.
Setelah matahari muncul dipagi hari, perlahan pemandangan indah yang menghampar dibawah bukit ini akan terlihat jelas.
Kabut tebal yang semula menyelimuti pepohonan seperti barisan candi, akan segera hilang dan tergantikan dengan sinar mentari pagi yang menghangatkan tubuh.
Selain menikmati matahari terbit, seseorang juga dapat menikmati matahari terbenam yang tak kalah indahnya.
Saat beruntung dapat menikmati momen tersebut, baiknya segera ambil kamera atau gadget, lalu berfotolah bersama orang-orang tercinta.
2. Merasakan Sensasi Mendaki Gunung
Meski tingginya jauh berbeda dari sebuah gunung kebanyakan, mendaki di Bukit Bawang Bakung juga bukan hal yang buruk.
Seseorang yang hobi hiking bisa mencoba untuk mendaki bukit Bawang Bakung ini dari tempat registrasi awal.
Seseorang yang ingin merasakan sensasi mendaki lebih juga bisa membangun tenda disini, karena wisata bukit ini juga menyediakan campinground.
Selain itu, keindahan alam yang ditawarkan di puncak bukit Bawang Bakung akan memberikan satu kenangan indah saat mengunjungi Liwa.
3. Pemandangan Gunung Pesagi dan Seminung
Dari puncak bukit Bawang Bakung, seseorang akan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Pesagi yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Lampung.
Selain itu, Gunung Seminung juga dapat dilihat dari puncak bukit Bawang Bakung itu.
4. Keramahtamahan Masyarakat Desa
Perjalanan menuju destinasi lokasi wisata, akan mengharuskan seseorang untuk berinteraksi dengan warga asli di sekitar bukit. Entah untuk sekadar bertanya ataupun mengobrol santai.
Selain itu, wisatawan akan menyaksikan secara langsung aktivitas warga di kiri dan kanan jalan, di depan rumah-rumah yang masih tradisional, bahkan tak jarang wisatawan akan disapa warga dengan ramahnya.
5. Cendera Mata Khas Lawi
Saat akan pulang, seseorang dapat membeli oleh-oleh juga ditempat ini. Bisa berupa makanan maupun kerajinan tangan.
Kuliner khas yang terkenal di bukit Bawang Bakung terdiri dari kue tat, cucur, rattak tujen, kopi bubuk asli dan masih banyak yang lainnya.
Sedangkan untuk seseorang yang menyukai hal berbau seni, oleh-oleh yang dipilih bisa berupa gelang, cincin, dan aksesoris lainnya yang terbuat dari Rotan.