← Beranda

Sejarah di Balik Kelezatan Pempek Palembang

Firmanda Dwi SeptiawanSenin, 10 Juli 2023 | 22.41 WIB
Pempek Eirin 10 Ulu (Instagram: pempekpalembangeirin10ulu)

JawaPos.com - Siapa yang tidak kenal pempek? Hidangan bercita rasa ikan khas Palembang. Dimakan dengan paduan cuko hitam membuat rasanya makin maknyos.

Ternyata rasa yang lezat itu, ada cerita di baliknya. Dikutip dari Pempek Palembang Makanan Tradisional dari Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan, pempek berasal dari kata Apek yang merupakan sebutan untuk laki-laki tua keturunan Tiongkok.

Pempek pertama kali ditemukan pada zaman kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7. Peninggalan prasasti Talang Tuo itu memperkuat bukti makanan khas daerah Palembang ini dengan menyebutkan terdapat makanan yang berasal dari ikan dan tanaman sagu.

Sumber lain, Rita Inderawati dalam Teks Bacaan Berbasis Budaya Lokal Sumatera Selatan Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (2022), menjelaskan bahwa pempek masuk dari perantauan orang Tingkok yang bersandar di Sumatera Selatan.

Pada abad ke-16, tepatnya pada masa Sultan Badaruddin II dari kerajaan Palembang Darussalam menyebutkan, makanan pempek dengan kata kelesan. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara adat di dalam Rumah Limas yang memiliki sifat dan kegunaan tertentu.

Disebutnya kelesan karena pengolahan dengan cara dikeles dan disimpan lebih lama. Awalnya pempek dibuat oleh orang asli Palembang yang kemudian dititipkan ke orang Tingkok untuk dijual.

Pempek tersebut mulai diperjualbelikan oleh orang Tiongkok pada 1916 dengan cara dijajakan sambil keliling ke kampung dengan jalan kaki.

Penamaan pempek berasal dari nama panggilan pembeli kepada si penjual kelesan yang dipanggil dengan 'empek' atau 'apek' yang dalam bahasa Tiongkok berarti Paman.

Atas dasar penamaan itulah hingga kini makanan kelesan tersebut dikenal masyarakat luas dengan sebutan Pempek.

EDITOR: Ilham Safutra