alexametrics

Puncak Badean, Sulap Tanah Bengkok Jadi Tempat Wisata

Nuansa Tetap Menyatu dengan Alam
31 Oktober 2020, 17:08:02 WIB

Menikmati keindahan alam, hati gundah kadang bisa tenang. Kita dapat melihat sawah, daun, dan bunga warna-warni.

BERKAT kelestarian alamnya, Pemerintah Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, menjadikan Puncak Badean sebagai tempat wisata. Pembangunannya dilakukan bersama warga secara kompak. Dikemas dalam badan usaha milik desa (BUMDes). ”Jadi, lahan Puncak Badean ini merupakan tanah bengkok. Luasnya sekitar 16 hektare. Begitu lahan ini digarap, kami bersyukur sekarang hasilnya sudah tampak,” kata Kepala Desa Badean Purnanto.

Awalnya, banyak orang yang tidak percaya wisata itu akan hidup. Apalagi, lokasinya jauh dari Kota Jember. Dibutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam untuk menempuh jarak 25 kilometer. Namun, warga setempat bertekad kuat menyulap tanah bengkok tersebut. ”Biasanya tanah bengkok itu hanya disewakan per tahun. Namun, kami niat dikelola sendiri oleh BUMDes,” ujar Purnanto.

Berlokasi di lereng Gunung Argopuro, objek wisata Puncak Badean ini langsung digemari banyak orang. Tak jarang, banyak mata yang dimanjakan keindahan alamnya. Jika datang pada pagi dan sore hari, wisatawan bisa menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari meski tidak begitu sempurna. Namun, alam sekitar wisata cukup mendukung dan masih lestari.

Pembukaan tempat wisata itu memang terbilang nekat karena dilakukan pada awal masa pandemi Covid-19. Tepatnya pada Februari lalu. Namun, siapa sangka, setiap hari ada saja wisatawan yang berkunjung ke Puncak Badean. Bahkan, khusus untuk Minggu, ada lebih dari seribu orang.

Ketua BUMDes Wisata Puncak Badean Gunaryo menuturkan, pengunjung yang datang pasti akan puas. Pihaknya menyajikan nuansa tetap menyatu dengan alam. ”Jadi, wisata ini tetap mengandalkan kelestarian alam,” ungkapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : nur/jum/lin/c14/diq



Close Ads