alexametrics

Menikmati Glamping di ”New Zealand” Mini Lembah Gunung Kawi

Berkemah dengan Fasilitas Layaknya Hotel
30 Oktober 2021, 17:48:00 WIB

Berkemah identik dengan bertualang. Mendirikan tenda dan perlengkapannya secara mandiri di alam bebas. Namun, kini aktivitas tersebut bisa dinikmati secara instan plus fasilitas komplet. Salah satunya menjajal glamorous camping alias glamping.

—-

DI atas bukit, puluhan ”tenda” berbentuk dome geodesic berwarna putih itu tampak kontras dengan suasana cekungan lembah yang dipenuhi rumput, semak, dan pohon pinus. Sore, ketika Jawa Pos berkunjung ke Lembah Indah Malang, suasana mulai berkabut. Udara dingin turun bersama tiupan angin semilir. Suhu menunjuk angka 16 derajat Celsius.

Suasana masih sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang menyewa kubah layaknya kemah itu. Sisanya masih kosong tanpa penghuni. Maklum, waktu itu memang hari aktif. Glamping yang berada di Desa Balesari, Ngajum, Kabupaten Malang, itu biasanya baru full saat akhir pekan.

Hawa dingin mulai berkurang ketika kami memasuki dome. Dua lapisan kain yang membungkus bagian dalam kubah sanggup menahan hawa dingin nan menusuk serta tiupan angin lembah. Terdapat enam bed yang ditata berjajar lengkap dengan selimutnya. Pengelola menyiapkan teko listrik yang bisa dipakai tamu untuk membuat teh atau kopi. Setiap dome juga dilengkapi fasilitas wifi.

Menjelang petang, terlihat rombongan keluarga riuh menyiapkan pesta barbeque. Yang ditata di selasar dome. Empat bocah begitu ramai dan ceria saat masakan yang diolah sang nenek dan ibu dihidangkan. Pesta keluarga itu berakhir sekitar pukul 21.00 ketika anak-anak tersebut mulai menguap. Tanda mengantuk.

Esoknya, suasana tampak cerah. Gunung Kawi yang terletak di atas penginapan terlihat membiru. Pemandangan alam itu makin sempurna ketika barisan awan menyelinap di celah-celah pinus yang tumbuh lebat.

Dari salah satu dome yang berada di jajaran paling atas, sepasang sejoli terlihat tengah menikmati pagi sambil berfoto dengan latar belakang dome. ”Kami baru datang semalam,” ucap Hasmaranda Gusti, 28. Dia datang bersama sang istri, Novelin Maulida, 25, berangkat langsung dari Semarang.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c7/ris




Close Ads