alexametrics

Glamping, Tren Wisata di Alam Bebas untuk Keluarga

Pagi Ada Sunrise, Sore Matahari Meredup Indah
30 Juni 2022, 17:42:25 WIB

JawaPos.com – Tren kasus covid-19 terus menurun. Pemerintah pun sudah memperbolehkan mencopot masker di ruang terbuka. Masyarakat mulai berani berkegiatan di luar rumah dan melakukan mobilitas.

Sektor wisata diharapkan kembali bangkit. Pasca pandemi muncul beberapa tren terhadap wisata, yaitu glamorous camping alias glamping. Model wisata ini cukup menarik. Para wisatawan dapat berlibur di alam terbuka. Suasana seperti berkemah, namun fasilitasnya tidak kalah dengan hotel. Nyaman pula. Bahkan ada kemah di spot glamping sudah dilengkapi pendinging ruangan alias AC.

“Pastinya bikin nyaman di dalam kemahnya,” ujar Bryan Yoga Kusuma, salah seorang pelaku usaha glamping di Jogjakarta.

Banyak spot glamping yang tumbuh di sejumlah daerah. Baik di Jawa, Bali, maupun Sumatera. Pelaku ekonomi kreatif melihat sektor ini cukup menjanjikan untuk memulihkan perekonomian.

Bryan Yoga salah satunya. Dia mengelola glamping di Jogjakarta. Yaitu, di Arkamaya Sembung, Jalan Lembah Wisata, Kaliberot, Kabupaten Bantul.

Dia menyebut, saat ini masyarakat mencari lokasi wisata yang aman dan ramah kantong. Tentunya tidak meninggalkan aspek kenyamanan. Resor di Arkamaya Sembung menawarkan pengalaman menginap dengan pemandangan indah dari pagi hingga malam.

Kala pagi disambut dengan sunrise berselimut kabut embun yang menyejukkan. Kala senja ada semburat sinar matahari yang kian meredup berhias lampu-lampu berpendar bisa menjadi pilihan yang menarik. Apalagi alam bebas menjadi latar memberikan pemandangan indah.

“Glamping di sini (Arkamaya Sembung, red) cocok untuk keluarga atau sekadar glamping. Anak-anak pun mendapat eduwisata. Mereka berinteraksi dengan alam bebas,” imbuh Bryan Yoga.

Areal glamping Arkamaya Sembung melengkapi eduwisatanya hutan cemara dan mini zoo. “Kalau untuk healing dan bersantai, bisa ke sini,” tandas Bryan.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: