alexametrics

Sensasi Swafoto di Ketinggian 615 Mdpl di Wisata Bukit Gandrung Kediri

30 Mei 2021, 20:08:45 WIB

Dulu, kondisi Bukit Tanggulasi tak seperti sekarang. Hanya ada jurang curam dan semak belukar. Jarang dijamah warga. Apalagi, saat itu aksesnya sulit. ’’Hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki,” terang Kepala Desa (Kades) Medowo Sujarwo.

Bukit ini punya sejarah panjang. Dulu menjadi tempat penanda ketinggian. Selain itu, jadi pos penjagaan oleh pemerintah kolonial Belanda. ’’Sebetulnya Belanda menyebutnya sebagai Bukit Triangulasi. Namun, lidah orang Jawa menyebutnya jadi Tanggulasi,” jelas Sujarwo.

Dengan potensi seperti itu, Sujarwo pun mengembangkan kawasan tersebut. Bersama warga, dia juga mengembangkan berbagai potensi desa lainnya seperti durian, salak, dan manggis. Setiap tahun Desa Medowo juga menggelar pesta ’’Dahar Durian’’. Setiap pengunjung diberi durian secara gratis.

Lebih dari itu, desa ini juga punya potensi di bidang peternakan yang dikelola warga. Cocok untuk wisata edukasi. Mulai sapi perah hingga kambing etawa. ”Itu semua potensi alam. Tanpa mengadakan. Tinggal mengoptimalkan yang ada,” terangnya.

WBG juga menawarkan sensasi wisata kuliner. Sebelum menuju puncak bukit, sembilan lapak makanan dan minuman tersedia. Latar belakangnya juga masih perbukitan hijau. Setiap pelancong yang datang pasti akan mendengar sapaan ramah dari para penjualnya. ’’Sarapan riyen, niki bade ngersakne napa (sarapan dulu, ingin merasakan makanan apa, Red)?” Begitu ucapan Warsini, salah seorang penjual, kepada pengunjung yang datang.

Menu yang disediakan juga khas Kediri. Nasi pecel dan teh manis. Tentu masih ada menu yang lainnya. Warung-warung itu juga menyediakan minuman tradisional. Makanan instan juga tersedia. Harganya? Tak usah khawatir. Semua makanan sangat ramah kantong.

Sejak WBG Tanggulasi dipugar pada 2018, ada 20 warga yang menyambung hidup dengan berjualan di tempat tersebut. Itu belum termasuk mereka yang bekerja di berbagai sektor.

Baca Juga: 11 Negara Diperbolehkan Masuk Arab Saudi, Indonesia Tidak Termasuk

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : wi/fud/c17/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads