alexametrics

Desa Wisata Boonpring, Modal Pas-pasan hingga Sukses Raup Miliaran

28 Maret 2021, 15:39:07 WIB

Dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) Kerto Raharjo, Desa Sanankerto, Turen, Boonpring menjadi wahana wisata yang sukses. Tak hanya jadi destinasi, tetapi juga jadi pusat penelitian di sektor tanaman bambu.

UDARA sejuk menyambut siapa saja yang masuk ke area Wisata Boonpring. Wajar, destinasi tersebut dipenuhi ragam pepohonan yang rindang. Belum lagi, seperti namanya, pring (bambu), di sana juga ada ribuan pohon bambu dengan 115 spesies dari seluruh dunia. Salah satu andalannya adalah arboretum bambu.

Boonpring juga jadi laboratorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di bidang tanaman bambu. Salah satu jenis bambu yang paling langka dinamai bambu purba. Akar pohon bambu itu unik karena tidak menancap ke tanah, tetapi merambat. Bambu jenis tersebut tergolong langka di Indonesia. ”Makanya, LIPI telah menyumbang 42 jenis bambu di sini,” ungkap Ketua BUMDes Kerto Raharjo Sukoyo Samsul Arifin.

Sebelum ada arboretum bambu, wisata tersebut lebih mengandalkan ”produk” berupa tempat pemandian. Di area 36,8 hektare itu, ada kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Bahkan, ada semacam danau yang mengelilingi pulau kecil. Di dalam danau tersebut, ada puluhan ribu ikan beragam jenis. Jarak antara tempat pemandian dan danau hanya 10 meter.

Jika wisatawan ingin berkeliling danau, di sana disediakan perahu bermesin. Selama 30 menit, perahu mengelilingi danau untuk memanjakan wisatawan. Kedalaman air di danau 2–3 meter saja. ”Kami terus belajar ke BUMDes lain yang telah sukses untuk mengembangkan wisatanya,” ungkap mantan kepala seksi kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Malang itu.

Sebenarnya, destinasi wisata tersebut sudah lama ada. Yakni, sejak 1980-an. Hanya, waktu itu namanya masih Taman Wisata Andeman. Pengelolaannya belum maksimal. Bahkan, sempat vakum puluhan tahun.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : abm/mon/c12/ris




Close Ads