alexametrics

Pantai Modangan, Surganya Paralayang

Spot Baru Pariwisata di Malang Selatan
26 April 2017, 09:47:53 WIB

JawaPos.com –  Spot wisata pantai bertambah lagi di Kabupaten Malang. Yakni wisata dirgantara dengan mengusung paralayang di pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kab Malang. Sudan pernah ke sana?

Bila dibandingkan dengan Bukit Timbis di Bali dan Pantai Parangtritis, Jogjakarta, justru lokasi di Pantai Modangan ini sangat strategis. Landasan pacunya yang terletak di atas tebing yang berbatasan langsung dengan bibir Pantai Modangan. Bahkan, para atlet terbang bebas menjuluki lokasi yang belum genap sebulan dibuka itu sebagai surganya paralayang.

Pasalnya, pantai dengan pasir putih sepanjang 1,06 kilometer tersebut bisa menjadi pendaratan yang nyaman para olahragawan Paralayang. Belum lagi birunya laut pantai selatan menjadi pemandangan yang menarik. Ditambah dengan perbukitan hijau yang membentang, hutan yang masih perawan, sampai air terjun yang terlihat jelas dari atas. ”Itu kenapa saya berani menyebutnya sebagai surganya paralayang,” kata Ridwan Asnan, instruktur paralayang yang menjadi salah satu pembuka spot paralayang Pantai Modangan.

Pantai Modangan, Surganya Paralayang
Atlit Paralayang Persiapan Meluncur di Bukit Setinggi 250 meter (Falahi Mubarok/Jawa Pos Radar Malang)

Kelebihan lain dari Pantai Modangan ini diantaranya, pemandangan dari atas bukit Waung dengan ketinggian kurang lebih 210 meter dari permukaan air laut (mdpl) benar-benar menawan. ”Kalau angin bagus, kami bisa bermain lama-lama di atas. Mulai jam 10 pagi sampai sore  terbang terus,” kata pria yang akrab disapa Abah ini.  

Menurut dia, potensi Modangan sangat besar. Karena dari pencarian selama ini, mulai dari Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Jember, belum ada yang sebagus Modangan. ”Di sini ini yang baru saya temukan, sudah 20 tahun mencari lokasi untuk paralayang. Jadi kalau di sini tidak segera dibangun ya sayang,” kata dia. 

Baginya lokasi seperti Modangan merupakan satu-satunya d Jawa timur. Dengan pemandangan laut pantai selatan dan pasir putihnya…sangat luar biasa. ”Bagi saya tempat ini Surga Tersembunyi. Tinggal pembenahan Insfratruktur. Jalan, air dan listrik. Tempat ini akan menjadi Tujuan wisata yg Faforit…kala digarap yg serius. Maka ini akan menjadi magnet baru wisata di Malang Selatan,” ujar Abah.

Sementara itu, Haris Effendy, salah satu atlet paralayang yang turut merintis spot paralayang di Modangan mengatakan, potensi pemuda daerah harus dikembangkan. ”Saat ini kami membangun potensi pemuda desa sini untuk belajar olahraga paralayang. Kami ajarkan pada penduduk sini. Agar suatu saat nanti ada atlet Paralayang dari sini. Bagi saya itu sangat mungkin, jangan rendah diri meski hanya lulusan SD, atau latar belakang apapun. Asal ada kemauan semuanya bisa Paralayang,” ungkap dia. 

Pria yang juga Staff Dinas Pariwisata Kota Batu itu menambahkan, baginya di Modangan ini adalah aset besar. “Jangan sampai pemudanya hanya duduk manis, ini butuh semua peran. Ada potensi besar harus di kembangkan bersama,” tukas Haris.  

Senada dikatakan, Budi Utomo kepala Desa Sumberoto mengatakan, berharap nantinya ada bantuan untuk  pengembangan Paralayang Modangan. “Terutama akses jalan, kalau hanya Desa yang membangun jalan akses, pasti berat,” tandasnya.  

Sementara Made Arya Wedanthara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang mengatakan mendukung sepenuhnya aktifitas destinasi wisata baru di Pantai Modangan. ‘’Kami akan support. Karena itu memang destinasi wisata pantai  baru, apalagi untuk olahraga dirgantara. Jadi masih akan kami survei untuk fasilitas jalan yang menuju ke sana,’’ katanya.

Menpar Arief Yahya berharap destinasi baru itu segera mendapat perhatian, minimal oleh Pemkab dan Pemprov. Agar segera dicarikan solusi untuk 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Rumus 3A milik Menteri Arief Yahya itu adalah prasyarat sebuah destinasi dikembangkan. “Ketiganya harus utuh terintegrasi dengan baik! ” jelas Arief Yahya.  (adk/c3/nen/JPG)

Editor : Soejatmiko

Close Ads
Pantai Modangan, Surganya Paralayang