alexametrics

Keindahan Kampung Anggrek dan Semarak Kampung Pelangi di Tulungagung

23 Januari 2022, 18:48:24 WIB

Para traveler yang mampir ke Kabupaten Tulungagung layak menjadikan Desa Mulyosari sebagai salah satu destinasi. Desa wisata lereng Bukit Wilis itu menawarkan sajian aneka wisata edukasi bernuansa alam.

SEBUTAN desa wisata memang layak disematkan pada desa yang terletak di wilayah Kecamatan Pagerwojo tersebut. Keindahan alam khas pegunungannya dipadu dengan penataan yang begitu apik.

Wajar, pengelolaan sektor wisata desa itu memang digarap serius oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Mulya. Tak hanya menawarkan aneka wahana, konsep penataannya juga begitu variatif. Membuat pengunjung yang datang dipastikan tak akan bosan.

Salah satu objek unggulan di sana adalah Kampung Pelangi yang berada di Dusun Pabyongan, RT 4, RW 1. Seperti namanya, para pengunjung bisa menikmati nuansa pelangi yang dilukis warga di rumah-rumah. Mulai pagar, dinding, hingga poskamling. Semua dicat berwarna-warni.

Setelah puas menyusuri nuansa warna-warni di gang sepanjang 200 meter itu, pengunjung bisa menikmati tempat bermain anak. ”Jadi, setelah lelah berjalan, bisa beristirahat di gazebo di sekitar taman,” kata pengurus BUMDes Sinar Mulya Teresia Ade Natalia.

Tak jauh dari Kampung Pelangi, sekitar 500 meter, pengunjung bisa menikmati wisata edukasi. Namanya Kampung Anggrek. Sebuah wahana yang cocok bagi pencinta tanaman. Di sana, wisatawan bisa menikmati indahnya aneka tanaman hias, terutama anggrek, di sepanjang jalan. ”Sejak 2009, kami mengembangkan aneka tanaman anggrek yang berasal dari berbagai daerah,” ungkap Wulan, warga setempat.

Dalam perjalanannya, hampir semua rumah di kampung tersebut mengembangkan tanaman itu. ”Untuk bibit rata-rata mengambil dari Malang dan di hutan di Kecamatan Pagerwojo,” katanya.

Karena itu, saat mengeksplor kampung tersebut, wisatawan juga bisa menyaksikan penyemaian bibit tanaman anggrek. Di sana, warga juga memasarkan tanaman hasil budi dayanya.

Kini, metode pemasarannya makin maju. Warga juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk memasarkan tanamannya. ”Jadi, meski saat ini masih di bawah situasi pandemi, warga tetap mendapatkan penghasilan dari berjualan dan merawat tanaman,” ungkapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin/c17/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads