alexametrics

Mesin-Mesin Veteran Perang yang Jadi Monumen, Kapal Selam Berhawa Sejuk

19 Januari 2017, 15:45:36 WIB

Veteran perang bukan hanya manusia. Mesin-mesin berkarat ini juga berjasa untuk mendukung bangsa Indonesia berjuang mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan. Surabaya yang Kota Pahlawan ini jadi tempat ”peristirahatan terakhir”. Psst, sudah kenalkah kalian dengan mereka? Come on inside.

NAH… ini dia kapal selam tempur yang bikin militer Belanda ketir-ketir semasa operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Provinsi Papua). Ia adalah sisa-sisa puncak kejayaan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Pada masa-masa itu, Indonesia mendapat gelar Macan Asia.

Saat itu, Indonesia punya 12 kapal selam kelas whiskey semacam KRI Pasopati. Dua belas! Itu ukuran yang menakutkan waktu itu. Kapal selam meski dalam jumlah yang kecil bisa membikin kekacauan. Bentrok antara AL Amerika dan Jepang di Teluk Leyte yang dicatat sebagai pertempuran laut terbesar dalam sejarah dikacaukan hanya oleh dua kapal selam, USS Darter dan USS Dace.

Mesin-Mesin Veteran Perang yang Jadi Monumen, Kapal Selam Berhawa Sejuk
ADEM: Suasana di dalam "perut" RI Pasopati menggambarkan peranti sebenarnya kala masih beroperasi. (Arya Dhitya/Jawa Pos/JawaPos.com)

Dua belas kapal selam whiskey dan 26 pesawat pengebom jarak jauh ditambah KRI Irian, kapal penjelajah kelas berat buatan Rusia. Kekuatan militer Indonesia pada operasi Trikora 1960 benar-benar raksasa. Sekutu terpaksa mengajukan perundingan yang akhirnya membuat Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Saat ini tersisa tiga unit whiskey. Dua unit masih dioperasikan TNI-AL hingga saat ini. Yakni, KRI Tjakra dan KRI Nanggala. Satu lagi adalah KRI Pasopati 410 yang disulap menjadi Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jalan Pemuda. Monumen tersebut pengingat buat kita semua tentang perjuangan mempertahankan negeri kepulauan tercinta ini.

Menurut Kepala Dinas Penerangan markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Maman Sulaeman, monumen tersebut diresmikan pada 27 Juni 1998. KRI Pasopati 410 diubah jadi monumen di bawah komando Panglima Armatim Laksda Edi Suyadi. ”Tujuannya untuk menghibur dan mendidik,” katanya.

Jangan kecele kalau masuk kapal selam itu yah, hawanya memang dingin dan sejuk. Sebab, pengelola memasang AC alias pendingin ruangan. Dalam kondisi yang sebenarnya, kapal selam tersebut pengap. Puluhan kru hidup di ruang selebar 6 meter dan setinggi kepala orang dewasa. Selama berbulan-bulan, tidak ada tempat untuk mandi.

Karena itu, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda Darwanto pernah menyatakan, untuk jadi awak kapal selam itu, syaratnya bau tubuh tidak boleh menyengat. Kebayang kan kalau sampai bertugas berbulan-bulan di ruangan pengap dengan kawan yang bau ketiak. Hehehe… (tau/c6/jan/sep/JPG)

Editor : Suryo Eko Prasetyo



Close Ads
Mesin-Mesin Veteran Perang yang Jadi Monumen, Kapal Selam Berhawa Sejuk