alexametrics

Kebun Teh Jamus Ngawi, Sajian Pesona Keindahan Kaki Gunung Lawu

18 Juni 2022, 16:48:13 WIB

Destinasi ini tidak hanya menawarkan ragam sajian bertema serba-serbi teh. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan dan kesejukan alam hingga lanskap dua kabupaten di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

AGROWISATA yang satu ini terletak di kaki Gunung Lawu sisi utara, tepatnya di Desa Girikerto, Sine. Lazimnya kebun teh, destinasi tersebut berada di ketinggian yang mencapai 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Karena itu, jangan heran jika hawanya begitu sejuk, cenderung dingin.

Jaraknya dari pusat kota Ngawi memang lumayan jauh. Butuh perjalanan sekitar satu jam. Tapi, jangan khawatir. Akses ke sana relatif mudah. Meski berada di dataran tinggi, jalannya cukup representatif dan tidak menanjak.

Selama perjalanan, traveler tidak akan bosan. Sebab, mereka akan disuguhi indahnya pemandangan Gunung Lawu. Apalagi ketika hampir tiba di lokasi. View hamparan kebun teh yang menawan langsung terlihat.

Setelah memasuki kawasan agrowisata tersebut, ragam wahana bisa dinikmati. Pengunjung bisa mencoba sensasi feeding time (memberi makan) rusa atau mencoba segarnya wisata air Sumber Lanang yang berasal dari Gunung Lawu.

Jika ingin merasakan sensasi yang lebih ekstrem, pengunjung juga bisa naik ke Borobudur Hill. Untuk menuju ke sana, traveler harus melewati puluhan anak tangga. Medannya cukup terjal. Karena itu, dibutuhkan fisik yang prima.

Meski berat, ”imbalan” yang didapat pengunjung sepadan. Pemandangan di kawasan itu begitu memesona. Hamparan kebun teh bisa terlihat dari ketinggian. Termasuk lanskap Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. ”Keren. Cocok untuk spot berfoto,’’ kata Susanti, wisatawan asal Madiun.

Di atas ketinggian itu, pengunjung juga bisa melihat pohon teh yang dibiarkan tumbuh besar. Usianya diperkirakan ratusan tahun. ”Pengunjung juga bisa keliling kebun. Kami sediakan kendaraan,’’ kata Ahmad Heri, Kabag Agrowisata Kebun Teh Jamus.

Wisatawan bisa memilih alternatif kendaraan untuk mengelilingi kebun teh. Salah satunya, truk yang dimodifikasi seperti bus Tayo. Atau, jika ingin lebih puas lagi, pengunjung bisa berkeliling dengan naik jip. ”Untuk yang ini (naik jip, Red) benar-benar berkeliling kebun teh,’’ kata pria kelahiran Jombang itu.

Sebab, pengunjung yang naik jip bakal diajak hingga ke lereng Gunung Lawu. Di sana, pemandangannya lebih komplet. Selain lanskap Ngawi, wisatawan juga bisa menyaksikan pemandangan Karanganyar, Jawa Tengah.

Di kawasan tersebut juga terdapat area khusus yang biasa digunakan untuk kegiatan paralayang. Sejumlah event pernah digelar di sana. Selain lokasinya strategis, anginnya cukup bagus.

Heri menambahkan, fasilitas keliling kebun teh biasanya diberikan pada hari libur atau saat pengunjung ramai. ”Karena tidak mungkin kendaraan berangkat hanya membawa satu penumpang,” katanya.

Soal biaya, para traveler tak perlu khawatir. Sebab, tarifnya cukup terjangkau. Tiket masuk hanya Rp 15 ribu lengkap dengan bonus produk teh asal Jamus. Tiket naik truk Tayo juga murah, Rp 10 ribu. Kecuali jika ingin naik jip, pengunjung harus merogoh kocek lumayan dalam.

Jaga Kesehatan lewat ”Ritual” Minum Teh Khas Tiongkok

SETELAH puas mengeksplorasi indahnya kawasan kebun teh hingga lereng Gunung Lawu, tidak lengkap jika pengunjung tidak merasakan nikmatnya aneka teh yang dihasilkan di Agrowisata Kebun Teh Jamus.

Salah satu yang recommended untuk dicoba adalah ”ritual” minum teh khas Tiongkok. Pengunjung akan diedukasi cara minum teh yang benar. Tak sekadar melepas dahaga, teh juga berguna bagi kesehatan. Kandungan antioksidannya bisa dimanfaatkan.

Ritual minum teh itu disediakan jika ada permintaan. Belum semua pengunjung tahu. Biasanya ritual tersebut digelar di pendapa atau kebun teh langsung. ’’Ritual minum teh ini bergantung permintaan,’’ kata Purwanto Wahyu Priyono, pengawas internal Kebun Teh Jamus dan Agrowisata Jamus.

Dia menjelaskan, terdapat cara minum teh yang benar untuk kesehatan. Ada tahapannya. Prosesnya pun sangat detail. ”Jumlah daun teh yang diseduh harus kelipatan 9. Angka ini dianggap sebagai keberuntungan oleh masyarakat Tiongkok,” katanya.

Setelah itu, daun teh diseduh dengan air 150 mililiter. Teh tidak bisa langsung diminum. Tapi, harus ditunggu beberapa menit. ”Tiap tiga menit diminum sebanyak 50 mililiter,” tuturnya.

Di balik tahapan itu, ada alasan ilmiahnya. Pada tiga menit awal, pengunjung mendapat manfaat vitamin dari teh yang diminum. Tegukan kedua berupa mineral. ”Sedangkan tegukan di sembilan menit terakhir istilahnya seduhan penuh. Yakni, untuk mendapatkan kandungan antioksidan sehingga bagus bagi kesehatan,” jelasnya.

Di sisi lain, penataan dan pengembangan kawasan Agrowisata Kebun Teh Jamus terus dilakukan. Sebab, kawasan tersebut memiliki lahan yang sangat luas, mencapai 472 hektare. Potensi alam yang layak untuk disulap menjadi destinasi wisata juga masih banyak.

TENTANG AGROWISATA KEBUN TEH JAMUS, NGAWI

– Terletak di Desa Girikerto, Kecamatan Sine.

– Berada di kawasan lereng Gunung Lawu sisi utara dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl).

– Kawasan ini merupakan area perkebunan dan produksi aneka hasil olahan teh.

– Kawasan ini juga disulap menjadi objek wisata dengan beberapa wahana unggulan seperti wisata air Sumber Lanang, Gua Jepang, susur kebun teh, hingga lereng Gunung Lawu.

– Kawasan ini juga menyajikan wisata edukasi tentang budi daya, pengolahan, hingga cara meminum teh yang menyehatkan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c6/ris

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads