alexametrics

Perpaduan Wisata Alam dan Uji Adrenalin di Desa Claket Mojokerto

16 Oktober 2021, 13:48:19 WIB

Kecamatan Pacet masuk dalam daftar kawasan segitiga emas pariwisata di Mojokerto. Salah satu desa yang menjadi andalan adalah Claket. Desa itu menyimpan pesona alam khas lereng Gunung Welirang serta objek wisata yang dikelola apik.

TIDAK salah jika Desa Claket kini menjadi salah satu desa wisata andalan di Mojokerto. Sejak dulu, desa yang berada di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memang memiliki banyak ”magnet” yang mampu menarik wisatawan.

Salah satu yang sudah cukup lama dikenal adalah Gunung Pundak. Selain merupakan jujukan bagi para pendaki, terutama para pemula, gunung mungil itu menjadi jalur favorit pendaki yang hendak menuju Gunung Welirang.

”Magnet” lain yang begitu kuat menarik wisatawan ke desa tersebut adalah Claket Adventure Park. Sejak kali pertama dibuka pada 2017, objek wisata di Jalan Raya Desa Claket, Pacet, itu menjadi salah satu jujukan.

Destinasi wisata tersebut menggabungkan konsep wisata alam khas pegunungan serta uji adrenalin. Ada begitu banyak wahana yang membuat pengunjung tidak bosan untuk datang lagi. Di antaranya, lembah cinta dan ayunan tepi jurang. Dua wahana itu menjadi favorit karena menyajikan daya tarik view perbukitan dan pepohonan di lereng Gunung Welirang. Terutama sebagai spot foto.

Tidak hanya mengusung konsep wisata modern yang dipadu keindahan alam, wahana itu juga bisa memacu adrenalin para pengunjung. Sebab, dibutuhkan keberanian lebih untuk berpose dengan hasil jepretan seperti melayang.

”Karena spot fotonya memang di (tepi, Red) jurang. Jadi, seru dan selalu ramai pengunjung,” terang owner Claket Adventure Park Febriyanti S. Layardi.

Selain itu, ada wahana lain yang tidak kalah menarik. Mulai rainbow hammock, torsie tower, hingga sejumlah spot foto yang bisa dinikmati secara gratis.

Karena itu, tidak mengherankan, selama beroperasi hampir sekitar tahun, Claket Adventure Park rata-rata mampu menyedot 18 ribu pengunjung. Namun, dua tahun terakhir atau pada masa pandemi Covid-19, jumlah pengunjung menurun signifikan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ram/c14/ris




Close Ads