alexametrics

Sensasi Menaiki Bottom Glass sambil Melihat Terumbu Karang Watudodol

8 Januari 2022, 17:17:39 WIB

Destinasi yang terletak di bibir pantai jalur pantura Banyuwangi ini menyuguhkan pemandangan laut nan eksotis. Pengunjung bisa menikmati terumbu karang di dasar laut. Dari sinilah, meeting point penyeberangan menuju ke Pulau Tabuhan dan Menjangan dimulai.

TAK mengherankan jika Pantai Grand Watudodol (GWD) kini jadi salah satu destinasi andalan Banyuwangi. Lokasinya begitu strategis. Terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Di sebelah utara gerbang kejut patung gandrung.

Para wisatawan yang datang dari jauh juga tak akan sulit menuju ke sana. Sebab, lokasinya berada di kawasan rest area jalur pantura dekat Pelabuhan ASDP Ketapang. Pengunjung dari arah Surabaya maupun Bali bisa dengan mudah singgah.

Selain letaknya yang begitu mudah diakses, destinasi itu menawarkan beragam sajian yang bakal membuat pengunjung terkagum-kagum. Begitu tiba, sunrise dengan pemandangan perahu nelayan di Selat Bali siap menyapa. Pepohonan kelapa yang menyatu dengan bangunan berkonsep green arsitek menambah suasana syahdu di tempat tersebut.

Destinasi pantai itu juga menawarkan ragam atraksi wisata. Pengunjung bisa bermain snorkeling, diving, hingga naik perahu bermesin diesel sambil menyusuri pantai. Yang terbaru, pengelola wisata menyediakan fasilitas kapal wisata bottom glass. Para traveler bisa menikmati aneka terumbu karang di dasar laut dari kaca yang menjadi alas kapal.

Sajian-sajian itu menjadi magnet wisatawan untuk datang ke sana. Tak terkecuali para pesohor negeri ini. Saat liburan Natal dan tahun baru (Nataru) lalu, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Jalal bersama keluarga sempat menjajal bottom glass. ’’Dengan naik kapal tersebut, wisatawan bisa menuju ke Pulau Tabuhan dan Menjangan. Jarak dari GWD cukup dekat, sekitar 45 menit,’’ ujar Ketua Pokmas Pesona Bahari GWD Abdul Azis.

Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa menelusuri aneka wahana yang tersaji di GWD. Termasuk untuk bisa menikmati bermain snorkeling maupun diving. Pengunjung bisa menyelam ke laut dengan kedalaman 20 meter. Hamparan terumbu karang sepanjang 1 kilometer dengan beragam warna ikan hias siap menyambut para penyelam.

’’Konservasi terumbu karang terus kami perluas. Kami jaga kelestariannya selama 24 jam nonstop,’’ kata Azis yang pada 2019 meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award kategori Tata Kelola Destinasi Wisata dari Kementerian Pariwisata.

Karena masih dalam situasi pandemi, sejumlah pembatasan diberlakukan pengelola GWD. Termasuk saat menyambut masa liburan Nataru lalu. ’’Tentu, kami terapkan aturan protokol kesehatan ketat. Sistem buka tutup diberlakukan. Kuota pengunjung dibatasi 75 persen,’’ kata pria yang mengelola GWD sejak 2013 itu.

Bagaimana caranya menuju ke Pulau Tabuhan dan Menjangan? Selain kapal bottom glass, pengelola menyediakan perahu nelayan bermesin diesel dengan kapasitas maksimal 10 orang. Juga disiapkan guide (pemandu). ’’Peminat ke Pulau Tabuhan dan Menjangan banyak yang dari luar kota. Selama perjalanan, dikawal tim rescue,’’ kata Azis.

Asep, salah seorang pengunjung, mengaku senang bisa menikmati keindahan GWD. Bersama istri dan anaknya, mereka mem-booking perahu plus guide-nya. ’’Ini pengalaman pertama kami sekeluarga bisa pergi ke Pulau Tabuhan dan Menjangan,’’ kata Asep.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fre/aif/c12/ris




Close Ads