alexametrics

Sempat Mati Suri, Pariwisata di Labuan Bajo Kembali Bergeliat

6 Desember 2020, 16:54:06 WIB

JawaPos.com – Sempat mati suri selama hampir lebih 6 bulan, kegiatan pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kembali bergeliat. Kapal pinisi yang semula tidak boleh beroperasi saat awal virus Covid-19 masuk ke Indonesia sudah mulai beroperasi.

Kapal-kapal pinisi itu sudah mulai membawa para wisatawan untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo. Selain binatang Komodo yang menjadi incaran wisatawan, namun kini beberapa spot tempat wisata jadi unggulan Labuan Bajo. Puluhan kapal pinisi kini sudah kembali berlayar.

“Sudah kembali membaik setelah virus Covid-19 datang ke Indonesia yaitu bulan Maret. Kapal Pinisi sempat dihentikan beroperasi, tapi kini sudah bisa beroperasi kembali sejak bulan September,” kata Evan salah seorang ABK Kapal yang membawa para wisatawan.

Beberapa tempat wisata seperti Pulau Padar, Pink Beach sampai Taman Nasional Komodo menjadi destinasi favorit para wisatawan. Namun, ada yang berbeda saat pandemi Covid-19. Karena, wisatawan dan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Penerapan protokol kesehatan di Pulau Padar. (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)

Seperti di Pulau Padar yang sedang viral di media sosial. Setiap wisatawan yang tiba di dermaga Pulau Padar, mereka terlebih dahulu diwajibkan untuk mencuci tangan di tempat yang disediakan oleh pengelola sebelum memulai perjalanan. Wisatawan juga kemudian harus antre membeli tiket masuk dengan menjaga jarak aman antara satu dengan lain sebagai bagian dari protokol kesehatan 3M.

“Standarnya pake masker, tetap dipake masker. Cuman pas treking boleh diturunin biar bisa bernafas,” kata seorang ranger Taman Nasional Komodo, Emanuel, Sabtu (29/11).

Selanjutnya mereka yang ingin naik ke puncak Pulau Padar akan dihadapkan dua petugas dari Taman Nasional Komodo. Mereka berjaga di area masuk akses wisatawan. Petugas akan memeriksa suhu tubuh setiap para wisatawan tanpa terkecuali. Setelahnya hasil dari suhu tubuh wisatawan itu dicatat petugas lainnya dengan menuliskan nama yang bersangkutan.

Apabila memenuhi syarat, baru lah setiap para wisatawan diperbolehkan naik ke puncak Pulau Padar. Itu pun mereka juga tetap diimbau agar tetap menjaga jarak denhan wisatawan lainnya. Selain itu di jalur pendakian menuju puncak Pulau Padar, ada juga beberapa orang ranger Taman Nasional Komodo yang bertugas menjaga agar wisatawan tetap menjaga jarak aman.

Mereka ditempatkan di titik-titik tertentu supaya tidak ada penumpukan wisatawan. Mereka juga mengatur wisatawan yang naik maupun turun khususnya di lokasi favorit untuk foto.

Komodo, satwa yang dilindungi. (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)

Sementara itu, salah satu pemandu wisata di Taman Nasional Komodo, Abdullah mengatakan jumlah wisatawan yang datang tidak sebanyak di saat sebelum pandemi. “Biasa sampai 300-400 orang, pas pandemi hanya 100 orang, jadi di hari tertentu ramainya,” kata Abdullah

Abdullah menjadi salah satu pekerja sektor pariwisata yang terdampak. TNK yang ditutup selama 5 bulan membuat, Abdullah tidak bekerja. “Kemarin kan ada program dari Pemerintah mengenai BPJS tenaga kerja, Alhamdulillah kita juga dapat sih, selama 4 bulan, dua juta empat ratus,” sebut Abdullah.

Abdullah berharap pandemi dapat secepatnya berakhir agar aktivitas wisata di TNK dapat kembali normal. “Kita maunya sih normal, karena penyakit ini pengunjung jadi terbatas,” pungkas Abdullah.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : ARM


Close Ads