alexametrics

Merasakan Mudik Nyaman Pakai Kereta Api Luxury 2

5 Juni 2019, 10:17:25 WIB

JawaPos.com – Arus mudik 2019 terasa istimewa bagi pengguna kereta api. Sebab, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kereta api Luxury 2 sebagai alternatif menuju kampung halaman. Berbagai kenyamanan yang dijanjikan menjadi nilai plus. Pembaca JawaPos.com, Rezza Habibie menceritakan asyiknya mudik dengan Luxury 2 yang menempel pada kereta Taksaka.

Sebetulnya, tidak ada rencana untuk mudik ke Jogjakarta pada lebaran tahun ini menggunakan Luxury 2. Sebab, saat saya membeli tiket mudik belum ada pilihan menggunakan kereta kasta teratas itu. Pilihan saya sebelumnya, jatuh pada kereta eksekutif Gajayana relasi Gambir-Jogjakarta. Begitu juga saat balik, saya memesan Taksaka relasi Jogjakarta-Gambir.

Namun, tiket kereta itu terpaksa saya batalkan begitu pada 22 Mei. Saat diumumkan PT. KAI memasukkan Luxury 2 sebagai line up kereta mudik. Sebagai penggemar moda transportasi kereta api yang gagal menggunakan Luxury 1 saat arus mudik, saya langsung memesan tiket promonya.

Saat itu, tiket Luxury 2 dibanderol Rp 750 ribu. Beda Rp 140 ribu dengan Gajayana eksekutif yang sudah saya miliki. Tiket pergi pulang langsung saya pesan. Meski harga tiketnya beda tipis dengan pesawat terbang, saya tetap memilih kereta api. Selain karena suka kereta api, rasa penasaran ikut memberikan andil.

Suasana di gerbong Luxury 2. Komposisi tempat duduknya 2-1 untuk memastikan ruang yang lega dan cukup bagi berbagai fitur. (Rezza Habibie for JawaPos.com)

Hari yang dinanti tiba. Saya pergi ke stasiun Gambir untuk mudik, Minggu (2/6). Sepanjang perjalanan menuju stasiun, rasanya ingin cepat-cepat untuk merasakan kereta api Taksaka Luxury 2. Tiba di stasiun Gambir, saya tunjukkan e-boarding pass yang ada pada aplikasi KAI Access dan identitas diri. Malam itu, Taksaka Luxury 2 ’parkir’ di peron 3.

Para penumpang langsung disambut pramugari yang khusus melayani kereta api Taksaka Luxury 2. Begitu menginjakkan kaki ke dalam kereta, rasa mewah langsung terasa. Bagaikan memasuki kabin pesawat kelas bisnis. Saya lantas menyusuri tempat duduk yang mempunyai cangkang atau dome di masing-masing tempatnya.

Saya mendapat kursi nomor 3A. Pinggir jendela. Kesan pertama duduk di dalam kereta api ini adalah nyaman dan dingin. Terdapat beberapa tombol dalam kursi. Ada tombol untuk menaikkan sandaran kaki dan sandaran punggung. Ada juga tombol untuk memanggil pramugari. Yang saya suka, terdapat lampu baca dengan keleluasaan mengatur arah sorotan cahayanya.

Dibanding Luxury generasi pertama, tempat duduk pada Luxury 2 memiliki desain baru dan bisa diputar sesuai arah berjalannya kereta api. (Rezza Habibie for JawaPos.com)

Jarak antar kursi yang lega juga menjadi daya tarik. Para penumpang bisa rebahan hingga 140 derajat. Cocok bagi penumpang yang ingin beristirahat secara maksimal dalam kereta. Apalagi, ditemani dengan selimut hangat dan hiburan AVOD (Audio Video On Demand).

Tak perlu khawatir soal privasi ketika menonton film atau mendengarkan music. Sebab, masing-masing dengan headphone. Fitus GPS tracking membuat para penumpang tahu di mana posisi kereta tanpa perlu melihat ke jendela. Batin saya; nggak rugi membatalkan tiket eksekutif untuk mendapatkan Luxury 2.

Setelah kereta api berjalan dari stasiun Gambir pukul 20.45, pramugari mulai membagikan makanan ringan, minuman jus kemasan, pudding dalam kemasan serta pilihan minuman hangat teh atau kopi. Semua itu disajikan tidak lama setelah kereta berangkat. Kira-kira, setelah stasiun Jatinegara.

Fasilitas headphone yang ada di setiap kursi kereta api Luxury 2. (Rezza Habibie for JawaPos.com)

Dalam perjalanan ini, saya memilih teh panas. Selain air mineral, pilihan teh atau kopi bisa refill. Tinggal datang ke mini bar yang terdapat di dalam kereta api Luxury 2. Atau jika malas beranjak dari tempat duduk, tinggal pencet tombol train attendance. Datang deh pramugarinya.

Setelah servis makanan ringan selesai, pramugari akan memberikan servis makan berat. Malam itu, menu yang disajikan adalah nasi ayam dengan asinan khas Sunda. Dilengkapi dengan tahu, tempe dan kerupuk. Cukup untuk mengganjal perut sampai dengan waktu sahur tiba nanti.

Untuk menikmati semua sajian itu, tinggal membuka meja lipat yang ada di handrest atau sandaran tangan.

Selama angkutan lebaran, ada fasilitas cuma-cuma untuk berbuka puasa dan sahur. Diberikan kepada semua penumpang yang melakukan perjalanan dalam waktu tersebut. Menu sahur saya dapatkan setelah melewati stasiun Purwokerto. Sekitar pukul 02.30. Nasi, mi dan rolade basah menjadi menu santap sahur dalam perjalanan pagi itu.

Tepat pukul 04.30 kereta yang saya tumpangi sampai di Jogjakarta. Tempat duduk yang bisa disandarkan sampai 140 derajat membuat perjalanan menjadi menyenangkan. Kenyamanan membuat saya terasa lebih segar ketika sampai tujuan. Beda harga Rp 140 ribu dengan kereta eksekutif terbayar dengan pengalaman yang menyenangkan.

Generasi kedua gerbong sleeper pada Luxury 2 tetap memberikan ruang yang lega supaya bisa beristirahat dengan nyaman dan dilengkapi aneka hiburan. (Rezza Habibie for JawaPos.com)

Editor : Dhimas Ginanjar