alexametrics

Mengunjungi Pantai Lon Malang, Sampang yang Dulu Dipenuhi Semak-Semak

5 Maret 2022, 19:48:00 WIB

Makin banyak desa di Jawa Timur yang mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing. Salah satunya adalah Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Masyarakat sukses menyulap pantai di wilayahnya yang dulu kumuh menjadi objek wisata andalan.

DULU, sebelum 2016, pantai di pesisir utara Pulau Madura itu begitu kumuh dan penuh semak belukar. Jika malam tiba, suasananya begitu sepi. Tak mengherankan jika akhirnya pantai tersebut kerap disalahgunakan.

”Karena tempatnya penuh semak-semak, pantai itu kerap dijadikan tempat mesum oleh sejumlah warga,” kata Martuli, sang perintis berdirinya Pantai Lon Malang.

Kondisi itu pula yang membuat Martuli tergerak. Begitu mendapat amanah menjadi kepala desa (Kades), dia langsung mengajak para tokoh, pemuda, dan masyarakat untuk bersama-sama membenahi pantai tersebut.

Inisiatif itu menuai sambutan positif dari warga desa. Mereka langsung bergerak cepat. Wajah pantai tersebut perlahan-lahan dibenahi. Sebanyak 1.000 pohon cemara didatangkan, lalu ditanam di sekitar bibir Pantai Lon Malang hingga tumbuh besar. ”Setelah dirawat, akhirnya cemara itu hidup. Lalu, perlahan-lahan pantai kami bersihkan,” ujar Martuli.

Tak butuh waktu lama, pada pertengahan 2017, wajah Pantai Lon Malang sudah berubah. Lebih asri, bersih, dan tertata.

Awalnya, masyarakat bebas berkunjung ke sana secara gratis. ”Agar lebih dulu mengenal wisata pantai yang dikembangkan. Sekaligus ikut mempromosikan keindahan pantai ini,” terang Martuli.

Strategi tersebut cukup jitu. Lambat laun, pantai itu makin ramai dikunjungi. Perlahan-lahan, Martuli bersama warga terus melengkapi sarana-prasarana di Pantai Lon Malang agar menjadi destinasi wisata yang representatif.

Ikhtiar itu berbuah positif. Pada pertengahan 2018, pantai tersebut disurvei pemkab. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, berbagai bantuan pengembangan akhirnya diperoleh. Mulai pembuatan ruang ganti/toilet, kios cenderamata, penataan perwajahan pantai, hingga pembangunan pembatas ombak. Setelah pantai itu layak menjadi destinasi wisata, barulah skema pengelolaan dibenahi. ”Pantai ini dikelola BUMDes,” ungkap Martuli.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : iqb/c14/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads