alexametrics

Wahana Wisata Durian, Sensasi Berkemah dengan Iringan Suara Buah Jatuh

28 Januari 2020, 14:02:06 WIB

Bak bunga yang tengah mekar, destinasi wisata bertema durian di Jatim tumbuh subur. Tema yang disajikan juga beragam. Ada yang berkonsep berkemah hingga berenang. Tentu saja sambil menikmati durian.

BAGI beberapa traveler alias pelancong yang ingin menikmati suasana alam, berkemah di tengah hutan mungkin bukan kegiatan baru. Namun, bagaimana jika kamping itu digelar di antara pohon-pohon durian? Atau berenang sambil menikmati lezatnya durian? Bagi para traveler yang juga penggemar durian, sensasi tersebut tentu sangat menggiurkan.

Kini, sensasi itu bisa dinikmati. Sebab, ada sejumlah wahana wisata di Jatim yang menawarkan konsep tersebut. Salah satunya, De Durian Park Wonosalam.

Wahana itu merupakan agroforestri di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Hanya sekitar 30 menit perjalanan.

Agrowisata di lereng bukit itu menawarkan wisata kebun durian yang cukup menarik. Pohon durian disusun secara terasering sehingga nikmat dipandang.

Panorama lembah perbukitan Wonosalam juga bikin mata adem. Angin semilir dan udara yang sejuk membuat pikiran lebih fresh. Tempat itu juga cocok jadi spot foto yang Instagrammable. Ditambah semriwing aroma durian, para pengunjung makin puas.

Para traveler yang mampir ke wahana tersebut juga akan menemukan sensasi lain. Yakni, sejuknya berkemah di antara pohon-pohon durian. Wahana itu menjadi favorit pengunjung. Selain itu, yang bikin pengunjung kesengsem adalah sensasi kejutan berupa suara ”bukkk”, pertanda durian jatuh. Mereka bisa mengambil buah yang sudah matang itu.

Pengunjung juga dapat merasakan nuansa lain saat menikmati durian wonosalam. Salah satunya sambil lesehan di pendapa yang telah disediakan. Pengunjung bisa duduk santai, lalu makan durian sampai mblenger.

Dirut De Durian Park Yusron Aminullah menyatakan, selain tempat wisata, wahana tersebut juga bisa menjadi sarana riset durian. ’’Ke depan, berbagai jenis durian, terutama unggulan lokal, akan dibudidayakan di sini. Pastinya dengan melibatkan masyarakat,’’ ujarnya.

Wahana wisata bertema durian juga bisa ditemukan di Madiun. Tepatnya di Desa Bolo, Kecamatan Kare. Namanya Kampung Durian Bolo.

Wahana itu memang tidak seluas wahana di Wonosalam. Meski begitu, fasilitasnya cukup lengkap. Salah satu fasilitas yang jadi destinasi favorit adalah gardu pandang untuk berswafoto. Ada pula kolam renang di antara pohon-pohon durian. Bisa dibayangkan nikmatnya berenang sambil mengunyah king of fruit tersebut.

Varietas yang ditanam juga lebih beragam. Mulai durian Soekarno, bajul, montong, D25, hingga lokalan bolo. Hampir setiap hari ada stok durian. Jangan khawatir kecewa. Sebab, durian yang disediakan asli jatuhan.

Penanggung jawab Kampung Durian Bolo Duwi Saputro menjelaskan, Januari menjadi awal pembukaan wahana itu. Berlanjut hingga masa panen raya pada Februari–Maret. ’’Masa ini paling banyak pengunjung,’’ jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c18/ris


Close Ads