alexametrics

Pesona Budaya Bisa Memperpanjang Vakansi

27 Maret 2022, 14:58:24 WIB

JawaPos.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) punya andil penting untuk mengembangkan wisata bahari di Jawa Timur (Jatim). Hotel, penginapan, restoran, dan pusat oleh-oleh menjadi bagian tidak terpisahkan dari tamasya. Jika perjalanan dari pulau satu ke yang lain melalui laut, daratan akan menjadi persinggahan yang dirindukan.

Menyuguhkan kenyamanan dan hiburan di pulau-pulau kecil yang menjadi objek Jelajah Nusa Wisata Bahari Jatim bisa menjadi salah satu cara untuk memperpanjang durasi liburan para turis. Maka, mengeksplorasi budaya dan tradisi lokal adalah kewajiban. Dengan demikian, para pelaku wisata bisa mengemasnya menjadi daya tarik.

Karapan kerbau dan tarian pangkak di Pulau Kangean, misalnya. Atau, kuliner anggur laut dan kerajinan tas serta topi dari tali rajut di Pulau Salarangan.

”Wisatawan tidak akan merasa bosan karena mendapatkan hal baru di destinasi wisata yang dikunjungi,” ungkap Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono ketika diwawancarai Jawa Pos pada Kamis (24/3). Tradisi dan keragaman budaya lokal akan menjadi identitas tiap-tiap pulau.

Gili Labak dan Pulau Salarangan, lanjut dia, punya pesona alam yang tak diragukan. Pasir putih, air laut yang jernih, terumbu karang, dan biotanya bisa mendatangkan wisatawan. Namun, jika hanya snorkeling yang ditawarkan tanpa ada budaya lokal yang dikemas sebagai komoditas wisata, pelancong tidak akan tinggal lama-lama di sana.

Apalagi, penginapan juga belum memadai. Akibatnya, penduduk setempat hanya mendapatkan penghasilan dari tiket masuk dan biaya transportasi. Bayangkan jika budaya lokal dan pembangunan penginapan bisa tumbuh bersama. Akan banyak dampak positif yang dipetik masyarakat setempat. Bisnis kuliner, pusat oleh-oleh, dan cenderamata akan menggeliat pula.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ian/c19/hep

Saksikan video menarik berikut ini: