alexametrics

2021, Staycation dan Roadtrip Diprediksi Masih Jadi Tren dalam Liburan

27 Januari 2021, 13:55:57 WIB

JawaPos.com – Perusahaan teknologi di bidang pariwisata dan gaya hidup Traveloka memaparkan prediksi tren perjalanan dan wisata di masa pandemi Covid-19 tahun 2021. Beberapa inovasi teknologi yang dilakukan pada 2020 lalu terbukti bisa tetap menghidupkan gairah pengguna dalam bepergian sembari terus mematuhi protokol kesehatan.

Dari hasil survei selama setahun, staycation dan roadtrip menjadi tren berlibur di sepanjang tahun lalu. Destinasi terpopuler selama 2020 untuk staycation maupun roadtrip adalah Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Meski demikian, Traveloka memprediksi penerbangan akan kembali meningkat sebagai transportasi utama dalam bepergian di 2021, meskipun staycation dan roadtrip akan tetap menjadi favorit pengguna di 2021.

Co-Founder Traveloka Albert mengatakan bahwa pihaknya menempatkan inovasi produk dan fitur sebagai prioritas utama untuk mendorong keamanan, kemudahan dan kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan layanan.

“Kami juga telah meluncurkan beragam produk dan fitur inovatif yang memungkinkan pengguna memenuhi kebutuhan perjalanan dan gaya hidupnya baik dari faktor jaminan protokol kesehatan, potongan harga, hingga fleksibilitas penggunaan produk dan layanan yang kami sediakan,” ujarnya dalam webinar.

Albert menjelaskan, sejumlah inovasi tersebut diantaranya OnlineXperience yang menawarkan lebih dari 100 sesi unik yang dirancang untuk mendorong pengguna agar tetap menikmati waktu luang di rumah bersama keluarga. Kemudian Traveloka Covid-19 Test yang dapat diakses melalui Traveloka
Xperience untuk membantu pengguna melakukan uji tes polymerase chain reaction (PCR) dan rapid
test, serta kampanye Clean Partners demi membantu para mitra untuk menerapkan protokol kesehatan dan membantu pengguna saat menentukan pilihannya.

Terakhir, Traveloka juga mengeluarkan layanan CleanXperience untuk membantu pengguna memilih lebih dari 1.000 mitra dari 12 tipe industri di lebih 64 kota yang telah berkomitmen untuk menerapkan standar protokol seperti pembatasan sosial, petugas yang memakai peralatan pelindung, dan pengecekan suhu tubuh pegawai dan pengunjung.

“Upaya pemulihan sektor pariwisata dan kesehatan harus berjalan seimbang. Kami selalu siap
mendukung upaya pemerintah untuk menghadapi pandemi, salah satunya dengan menggalakkan
protokol CHSE di destinasi wisata bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan. Melalui
inovasi dan kolaborasi berbasis teknologi, kami juga optimis dapat berkontribusi secara positif terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata,” kata Albert.

Sementara itu, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Dr. Aviliani mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang sebaik mungkin oleh pelaku dan destinasi wisata menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam upaya memulihkan sektor pariwisata di Indonesia.

“Kemudahan akses terhadap berbagai layanan perjalanan berbasis teknologi yang telah dikurasi dan diadaptasi sesuai dengan situasi pandemi, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan yang menyeluruh seperti yang ditawarkan Traveloka, akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendukung upaya pemulihan tersebut,” katanya.

Editor : Banu Adikara




Close Ads