alexametrics
Warisan Peranakan

Yopia, Lasem, Rembang: Tetap Nguleni hingga Generasi Ketiga

24 Januari 2020, 16:30:39 WIB

Banyak makanan khas Indonesia buatan masyarakat peranakan Tionghoa. Makanan itu kini sangat ikonik. Di antaranya, wingko babat, Lamongan; yopia, Lasem; dan bakpia patuk, Jogjakarta.

Kalau Jogjakarta punya bakpia, di Lasem, Rembang, ada yopia. Dari nama, tampaknya bakpia dan yopia tak jauh berbeda. Namun, sebenarnya bentuk dan rasanya tak sama. Yopia mirip kue kering berkulit tipis dan mengembang. Isinya adalah gula jawa merah.

Saat dimakan, kulit kue terasa renyah. Namun, bagian dalamnya lembut seakan makan roti kukus gula merah. Manis.

Yopia kini diproduksi Siek Tian Nio alias Waras. Nenek 74 tahun tersebut adalah generasi ketiga dari Tan Cip Piang. Tempat produksi hanya ada di Gang 7 Nomor 14, RT 2, RW 4, Desa Karangturi, Lasem, Rembang.

’’Kakek saya. Ayah saya bernama Siek Tik Tjoen. Keduanya sudah meninggal,’’ terangnya.

Yopia kali pertama dibuat sekitar 1900. Mulai kelas III SD, Tian belajar langsung membuat yopia dari sang kakek. Sejak dipegang sang kakek, proses produksi tetap sama sampai sekarang. Tian berusaha mempertahankannya. ’’Tetap manual pakai tangan,’’ katanya.

Produksinya hanya dua hari sekali. Proses produksi dimulai sekitar pukul 02.00 untuk menyiapkan segala jenis bahan baku. Semuanya dicampur dan dibuat adonan. ’’Nguleni sendiri 600–700 buah,’’ ungkapnya.

Meski begitu, proses memasak tak lagi tradisional seperti halnya sang kakek. Dulu cara memasaknya menggunakan arang untuk membakar yopia di satu ruangan. Karena membutuhkan banyak biaya dan berdebu, kini dia beralih memakai oven.

Meski cara memasaknya berubah, cita rasa yopia tetap dipertahankan. Resep yopia diwariskan turun-temurun. Buyutnya, Tan Cip Piang, telah lama tinggal di Lasem. ’’Kalau diurutkan sampai atas, memang benar berasal dari peranakan Tionghoa,’’ tuturnya.

Yopia juga disenangi anak-anak. Mereka sampai menyebutnya kue dorayaki lantaran mirip. Selain itu, kue tersebut sering kali dipesan untuk acara ulang tahun dan sajian kelenteng.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : robby kurniawan/c14/eko

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua