alexametrics
Warisan Peranakan

Bakpia Patuk, Jogjakarta: Menyatu dengan Lokal karena Kacang Hijau

24 Januari 2020, 16:48:13 WIB

Banyak makanan khas Indonesia buatan masyarakat peranakan Tionghoa. Makanan itu kini sangat ikonik. Di antaranya, wingko babat, Lamongan; yopia, Lasem; dan bakpia patuk, Jogjakarta.

Bakpia merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa pada makanan. Sebutannya bakpia pathuk. Nama itu sangat populer lantaran bakpia kali pertama dikenal di sekitar Jalan Pathuk. Di sana pula awal mula bakpia dibuat. Sekarang jalan tersebut berganti nama menjadi Jalan AIP K.S. Tubun.

Di antara sejumlah produsen bakpia, terdapat satu industri tertua, yaitu Bakpia Patuk 75. Industri itu masih memproduksi dengan resep klasik. Yaitu berbahan kacang hijau tanpa kupas dan kacang tolo. ’’Masih bertahan sejak 1940-an,’’ tutur Indra Samahita, pengelola Bakpia Patuk 75.

Dia menceritakan, bakpia kali pertama dibuat oleh Liem Bok Sing sebelum Indonesia merdeka. Menurut pria 33 tahun itu, Liem datang ke Indonesia bersama seorang temannya. Mereka membuka usaha bakpia. Namun, isinya daging babi.

Karena tidak cocok dengan masyarakat lokal yang mayoritas muslim, Liem lantas membuat resep baru yang disesuaikan dengan nuansa lokal. Bahan baku yang digunakan tidak mengandung babi. Isi bakpia diganti dengan kacang hijau dan kacang tolo. ’’Di sinilah muncul akulturasi yang menyesuaikan budaya setempat,’’ jelasnya.

Ketika mulai dipasarkan, ternyata bakpia versi baru yang berisi kacang hijau itu langsung diterima warga setempat.

Bakpia semakin dikembangkan saat dipegang generasi kedua, Yuk Yen. Sebagai penerus, Yuk Yen mem-branding usaha warisan itu dengan label Bakpia Patuk 75. Tujuannya, mudah dikenali dan menjadi pembeda di antara produk bakpia yang lain. Angka 75 juga memudahkan orang mencari lokasi di kawasan Pathuk sesuai dengan nomor rumah sekaligus tempat produksi. ’’Sekarang penerusnya adalah Mak Tin, istri Yuk Yen, beserta anak dan cucu,’’ ujarnya.

Tentang Bakpia

  • Awalnya berisi daging babi.
  • Agar bisa diterima masyarakat lokal, isi berubah menjadi kacang hijau dan kacang tolo.
  • Sekarang ada lebih dari 100 merek bakpia.
  • Selain berkembang dengan varian rasa, kini ada pula bakpia kukus.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : robby kurniawan/c5/eko

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads