alexametrics

Kota Malang Batasi Wisatawan, Nginap di Hotel Wajib PCR

21 Desember 2020, 13:33:01 WIB

JawaPos.com – Masyarakat sebaiknya tidak perlu risau untuk keluar masuk Kota Malang. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana mewajibkan rapid test antigen bagi wisatawan, diperkirakan aturan tersebut hanya diterapkan kepada tamu yang menginap di hotel.

Artinya, warga yang keluar masuk tanpa singgah di hotel bisa jadi bakal terbebas dari kewajiban rapid test antigen. Namun, ketentuan itu bisa berubah karena Wali Kota Malang Sutiaji masih menggodok rencana tersebut dalam surat edaran (SE). Termasuk belum dipastikan mulai diberlakukannya aturan tersebut. ”Masih dikoordinasikan,” ujar Sutiaji secara khusus kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (20/12).

Lantas, bagaimana respons pengelola hotel? Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menuturkan, hingga kini pihaknya masih menunggu aturan resmi dari Pemkot Malang. ”Menjalani rapid test antigen, menurut kami, adalah kesadaran masing-masing, baik individu maupun pihak hotel,” kata Agoes.

Agoes menyatakan, mayoritas hotel di Kota Malang sudah memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Beberapa hotel juga sudah memiliki sertifikasi cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Dengan memiliki sertifikat CHSE tersebut, pengelola hotel sudah lolos verifikasi penerapan protokol kesehatan. Dengan begitu, para tamu hotel bakal aman dari penularan virus korona jenis baru (Covid-19).

”Jadi, sudah aman untuk menginap di hotel karena penerapan protokol kesehatan kami sudah benar-benar dijamin dengan sertifikasi tersebut,” jelas Agoes yang juga menjabat general manager (GM) The Shalimar Boutique Hotel, Malang.

Agoes mengakui, terus melonjaknya angka kasus Covid-19 di Kota Malang ini memukul pengelola hotel. Sebab, okupansi hotel pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru) akan terdampak. ”Dengan adanya kabar bahwa wisatawan harus rapid test antigen, saya mendapat laporan bahwa sudah ada tamu di beberapa hotel yang meng-cancel,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, pengelola hotel selalu panen pada musim libur Nataru. Hampir semua hotel di Kota Malang penuh. Bahkan, pemesanannya dibuka sejak jauh-jauh hari.

Jika kebijakan rapid test antigen diberlakukan, Agoes berharap Pemkot Malang memberikan kemudahan fasilitas kepada hotel-hotel. Tujuannya, tamu hotel tidak sulit menjalani rapid test antigen.

Baca juga: Khofifah Resmikan Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard di Malang

Sementara itu, DPRD dan Pemkot Malang sepakat mengedepankan penanganan pandemi Covid-19 pada 2021. Salah satu buktinya disajikan dengan plotting dana ratusan miliar rupiah di APBD tahun depan. Nominal tepatnya berada di angka Rp 254 miliar. ”Nanti Rp 37 miliar untuk (kebutuhan) vaksin sudah dianggarkan dan itu bisa berubah jika jumlah (warga yang) positif makin banyak,” jelas Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini Pemkot Malang berusaha mendatangkan 200 ribu vaksin. Bila upaya itu membuahkan hasil, ada tiga pihak yang mendapat prioritas lebih awal. Yakni, tenaga kesehatan (nakes), TNI-Polri, dan wartawan. Alasannya, tiga pihak tersebut menjadi golongan yang paling rentan terpapar Covid-19. Dari rencana awal, vaksin bakal diberikan bertahap dalam delapan gelombang. Jumlah vaksin yang terbilang cukup besar itu, menurut Made, masih bisa di-refocusing.

Baca juga: Wajib Tes Swab, 133.000 Paket Perjalanan ke Bali Dibatalkan

Untuk meyakinkannya, dia bahkan menyebut megaproyek Malang Creative Center (MCC) bisa ditunda dan dananya di-refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, bila vaksin sudah didapat, jajaran forkopimda bakal lebih dulu mencobanya. Diharapkan, masyarakat yakin vaksin Covid-19 tidak membahayakan. ”Iya, nanti kami coba lebih dulu untuk mengetahui risikonya,” tuturnya.

Bila vaksin tersebut terbukti manjur, Made ingin menggandeng beberapa tokoh agama. Salah satunya, GP Ansor. Nanti GP Ansor dapat membantu sosialisasi ke masyarakat, khususnya ke anak-anak muda. Tahap sosialisasi itu penting untuk memastikan vaksin Covid-19 aman. Menanggapi ide tersebut, Ketua PC NU Kota Malang Isroqunnajah menyatakan siap membantu pemkot dan DPRD. Selain menjanjikan proses sosialisasi vaksin, dia bersama anggotanya akan membantu distribusi masker. ”Kami pastikan distribusi bisa (dilakukan) melalui PC NU sebagai perbantuan agar vaksin dapat tersalurkan secara merata.”

Editor : Ilham Safutra

Reporter : arl/adn/c1/by/dan/c14/oni


Close Ads