alexametrics

Durian Mbah Klusu Nganjuk, Kerap Bikin Emosi karena Susah Dibuka

21 Februari 2020, 16:21:07 WIB

Durian lokal yang satu ini nyaris hilang gara-gara pohon induknya ditebang. Untung, warga sudah mengembangkan turunannya. Kini varietas itu menjadi salah satu andalan di desa asalnya, Bajulan. Aroma mentolnya menjadi pembeda.

UKURAN durian yang satu ini tergolong besar. Rata-rata bobotnya 3–5 kilogram. Bentuknya juga memiliki ciri yang khas, yakni bulat lancip. Di salah satu sisinya, ada yang tidak rata.

Karena bentuk itulah, penggemar yang belum mengenalnya akan mengira durian tersebut adalah buah dari luar negeri. Padahal, varietas itu 100 persen lokal. Asli Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk.

Bentuk daging buahnya juga istimewa. Berwarna kuning muda, tebal, dan pongge yang kecil. Teksturnya halus tanpa serat dan dilapisi kulit ari. Membuatnya tidak mudah hancur.

Soal rasa, tak perlu ditanya. Sangat lezat. Manis dengan sentuhan pahit di akhir rasa. Gurih dan creamy-nya begitu memanjakan lidah. Belum lagi, daging buahnya yang besar-besar membuat penikmatnya cepat kenyang. Tak banyak yang bisa menghabiskannya sendirian. ”Ada yang bilang seperti montong, tapi ini asli lokal,” kata Yuda Setiawan, salah seorang petani durian Bajulan.

Seperti itulah kualitas durian mbah klusu, varietas lokal asal Bajulan yang sejak lama dikenal sebagai penghasil durian di Nganjuk. Nama varietas tersebut diambilkan dari nama pemilik pohon aslinya, Mbah Klusu. Bahkan, konon, pohon indukan durian itu ada sebelum si pemilik babat alas (membuka lahan).

Namun, pohon asli durian tersebut kini sudah hilang. Penyebabnya, ukurannya superjumbo. Butuh empat orang untuk bisa merangkulnya. Karena usianya yang uzur dan berada di dekat permukiman warga, pohon indukan itu akhirnya ditebang.

Sempat muncul kekhawatiran durian itu bakal punah. Untung, warga di desa itu sudah mengembangkan turunannya. Hasilnya, bisa dirasakan, varietas tersebut sudah beredar di pasaran.

Selain rasanya yang khas, para penikmat durian mbah klusu mendapat sejumlah sensasi lainnya. Nuansa wine-nya begitu kuat. Bahkan, harumnya bak menghirup mentol. Untuk bisa mendapatkannya, pencinta durian harus menyimpannya lima hari setelah buah jatuh. ”Makanya, banyak yang sengaja menyimpan untuk bisa mendapat sensasi itu,” katanya. Buah tersebut juga awet, bisa bertahan lebih dari lima hari.

Tak hanya menawarkan beragam sensasi, durian tersebut juga bisa membuat penikmatnya harus menahan emosi. Sulitnya membuka buah menjadi pemicu utama.

Ya, kulit durian mbah klusu memang terkenal tebal. Membuatnya sedikit susah dibelah. Yuda menyatakan, ada teknik khusus untuk membukanya. Butuh pisau yang tebal dan tajam. Kalau pakai pisau biasa, dipastikan akan bengkok dan rusak. ”Karakternya memang seperti itu. Tapi, terbalas oleh rasanya yang tidak perlu diragukan lagi,” paparnya.

Selain itu, isi daging durian mbah klusu tak banyak. Rata-rata, persentasenya hanya 30 persen. Terlepas itu semua, varietas tersebut mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi penikmat durian.

Selain durian klusu, di kabupaten ini, masih banyak jenis lain yang juga menjadi andalan. Salah satunya, durian si munib. Durian itu memiliki cita rasa yang kuat, baik manis maupun pahitnya. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : *c12/ris



Close Ads