alexametrics

Durian Goreng Banyuwangi: Aromanya Tetap Harum, Kurangi Kadar Alkohol

19 Maret 2020, 16:48:37 WIB

Makin banyak kuliner yang bisa dihasilkan dari sang raja buah ini. Yang sudah cukup ngetren adalah durian goreng. Sajian itu bisa ditemui di sejumlah daerah di Jatim. Salah satunya, di Banyuwangi.

BANYUWANGI sudah lama dikenal sebagai salah satu gudangnya durian. Bahkan, kabupaten ini disebut-sebut sebagai salah satu penghasil durian terbesar di wilayah Jatim.

Sebab, pohon sang raja buah tumbuh subur di seluruh kecamatan di kabupaten berjuluk Bumi Blambangan tersebut (total terdapat 25 kecamatan).

Tak heran jika produksi durian di Banyuwangi begitu melimpah. Berdasar data pemkab, dalam setahun hasilnya bisa mencapai 12.047 ton. Jenisnya pun beragam. Mulai varietas lokal hingga manca.

Karena itu pula, beragam usaha dilakoni para penggiat durian di sana agar komoditasnya bisa dikenal publik. Bukan hanya usaha budi daya maupun pemasaran aneka buahnya, mereka juga getol ”bereksperimen” mengolah si raja buah menjadi beragam kuliner.

Salah satu menu yang kini cukup terkenal di Banyuwangi adalah durian goreng. Warga di sana kerap menyebutnya duren goreng. Menu itu menjadi salah satu sajian spesial bagi para pengunjung Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Pemilik Sanggar Genjah Arum, Setiawan Subekti, menuturkan, durian goreng bikinannya cukup mudah dibuat. Daging buah yang segar digoreng dengan minyak. Tanpa bumbu. ”Juga tidak menggunakan kulit seperti membuat lumpia,” katanya.

Namun, ”bahan baku”-nya tak sembarangan. Iwan, sapaan akrab Setyawan, menceritakan, yang dipilih untuk dijadikan duren goreng adalah durian yang isinya tebal. ”Durian-durian tersebut diambil dari kawasan Licin dan sekitar,” katanya.

Meski digoreng, Iwan memastikan rasa dan aroma sang raja buah tidak berkurang. Bahkan, itu bisa mengurangi kadar alkoholnya. ”Apalagi, kalau penyajiannya masih hangat. Sangat cocok untuk lidah,” katanya.

Iwan menyatakan, suguhan itu biasanya disajikan kepada para tamu yang berkunjung ke sanggarnya.

Dedy, salah seorang pengunjung sanggar, mengaku sajian tersebut sangat nikmat. Meski digoreng, aroma durian tetap harum menyengat. Tak hanya itu, rasa nyegrak yang timbul karena kandungan alkohol dalam buah durian juga sudah hilang. ”Yang tersisa tinggal tekstur lembut, rasa manis, dan aromanya yang harum. Enak,” ujarnya. 

Cocok Jadi Pendamping Kopai Osing

Selain durian goreng, para pengunjung di sanggar itu bisa menemui sajian lainnya. Namanya, kopi durian. Sebuah perpaduan antara durian lokal maupun duren goreng dan kopai osing, kopi andalan Bumi Blambangan.

Yanti, salah seorang juru masak di Sanggar Genjah Arum, menuturkan, cara penyajiannya cukup simpel. Durian dimasukkan ke kopi panas yang hendak diseduh. ”Banyak tamu-tamu penting dari Jakarta mengaku ketagihan. Termasuk dengan durian goreng,’’ kata Yanti.

Sementara itu, selain duren goreng, ada menu spesial lain yang bisa dinikmati di sanggar milik Setiawan Subekti tersebut. Menu spesial tersebut adalah kopi duren. Kopi duren yang tersaji di Sanggar Genjah arum merupakan perpaduan Kopai Oseng dengan buah durian lokal Bumi Blambangan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sgt/aif/c12/ris



Close Ads