alexametrics

Durian Pasrepan Pasuruan: Langganan Kontes, Produksi Tahun Ini Menurun

19 Februari 2020, 20:27:23 WIB

Berburu durian di Kabupaten Pasuruan kurang afdal jika tidak singgah ke Pasrepan. Kecamatan itu dikenal sebagai salah satu gudang durian yang berkualitas. Meskipun, hasil panen tahun ini agak menurun.

URAT nadi kehidupan di Kecamatan Pasrepan tak bisa dipisahkan dengan durian. Di sana, begitu banyak aktivitas yang bersentuhan dengan si raja buah.

Para petani begitu aktif membudidayakan buah ini. Belum lagi geliat pemasaran durian oleh warga. Tak hanya itu, di sana juga terdapat sejumlah event yang bertema durian. Karena itu, bagi Pasrepan, durian ibarat komoditas vital.

Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Pasrepan Maki menyatakan, tercatat ada tiga desa di Kecamatan Pasrepan yang menjadi penghasil utama durian. Yakni, Desa Petung, Tempuran, dan Ampelsari. Di luar itu, ada juga beberapa desa yang memiliki pohon durian. ”Selama ini, pengembangan dilakukan petani sendiri. Mereka pula yang menjualnya ke pasar-pasar dan desa lainnya,” katanya.

Sebagian petani durian di sana juga sangat serius membudidayakan buah berjuluk ”King of Fruit” itu. Misalnya, Mad Ghofur, 50, warga Dusun Krajan, Desa Petung. Dia menanam pohon durian di ladang dekat kediamannya.

Ada sekitar 20 pohon yang ditanamnya. Rata-rata setiap bulan dia bisa mendapatkan seribu buah durian. ”Hasilnya, saya jual ke sejumlah pasar,” kata Ghofur.

Karena itu, sejumlah varietas lokal muncul dari kecamatan tersebut. Beberapa di antaranya cukup terkenal. Salah satunya adalah durian tempur, varietas yang namanya diambil dari nama desa asalnya, Tempuran.

Durian itu begitu khas. Dari segi tampilan, varietas tersebut mempunyai keunggulan pada warna daging buah, yakni kuning langsat. Ukurannya cenderung kecil. Rasanya boleh diadu. Sebagian penggemar durian menyebut komposisi manis pahitnya pas.

Selain itu, ada varietas lain yang sudah lama dikenal. Mulai si petruk hingga montong hasil budi daya petani di sana. Sampai-sampai, setiap musim durian, petani selalu mendapatkan undangan kontes durian di berbagai daerah di wilayah Jawa Timur. Belum lagi, pedagang dari luar juga datang untuk berebut membeli.

Di kecamatan itu, juga ada sebuah event yang bertema durian. Namanya, bazar durian. Kegiatan tersebut diisi dengan beragam sajian. Mulai kenduri durian, sarasehan, hingga lomba selfie bersama sang raja buah.

Hanya, tak seperti tahun-tahun sebelumnya, produksi durian di kecamatan itu tengah menurun. Cuaca yang tidak menentu selama awal 2020 menjadi pemicu.

Sebagaimana yang diutarakan petani durian di Desa Petung, Abdul Hanafi, 45. Saat ini petani durian tidak mendapatkan hasil seperti tahun lalu. ”Meski bisa dipanen, ukuran buahnya kecil,” katanya.

Kades Petung Mursidi juga membenarkan kondisi yang tengah dialami para pegiat durian di wilayahnya. Sebab, cuaca yang melanda wilayah Pasuruan tidak menentu. ”Panas yang muncul pada saat musim penghujan seperti saat ini membuat durian tidak bisa berbuah dengan baik seperti biasanya,” katanya.

Karena itu, pihaknya berharap ada sentuhan dari pemangku kebijakan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : *c12/ris



Close Ads