alexametrics

Durian Karanggede Pacitan, Tetap Diburu meski Lintasi Medan Berat

17 Maret 2020, 18:48:30 WIB

Durian lokal dari Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, memang tak terlalu familier bagi pencinta durian di Pacitan atau daerah lain di Jawa Timur. Sebab, varietas itu lebih banyak dipasarkan di Jawa Tengah.

DESA berjarak 30 kilometer dari pusat kota Pacitan itu tak pernah sepi pengunjung. Terutama di masa panen durian. Para penggemar si raja buah silih berganti berdatangan meski harus menempuh perjalanan panjang nan melelahkan.

Sebab, rasa capek para durian lover langsung ”terbayar” saat tiba di desa itu. Mereka bisa menemui aneka durian yang dijual di depan rumah-rumah warga. Mulai jenis lokal hingga manca seperti montong atau musangking. Seluruhnya adalah hasil panen warga desa tersebut.

Durian lokal asal Karanggede cukup digemari para pencintanya. Alasan itu pula yang membuat mereka rela menempuh perjalanan berat. Dari sekian varietas lokal, salah satu yang jadi pilihan adalah durian mbah kateno.

Padahal, untuk bisa memperoleh durian tersebut, juga dibutuhkan perjuangan ekstra lagi. Mereka harus melintasi jalan yang hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

Selain itu, jalur tersebut menantang. Selain penuh dengan tanjakan, sebagian jalannya masih berupa tanah atau makadam. Memang ada yang sudah dibeton, tapi hanya bisa dilalui satu kendaraan.

Tapi, semua pengorbanan itu bisa ”terbayar” dengan pemandangan indah yang tersaji selama perjalanan. Hijaunya kawasan perbukitan serta jernihnya air sungai di sepanjang jalan seakan menjadi penyegar. Dan tentu saja, pohon-pohon durian milik Mbah Kateno.

Ada lima pohon yang ditanam. Usianya sudah sangat uzur, lebih dari 150 tahun. Jenisnya beda-beda. Masing-masing memiliki keunggulan. Tapi, menurut istri Kateno, Gitun, salah satu yang paling diburu adalah si kulit cokelat. ”Buahnya cuma sedikit, paling banyak sekitar 50 buah,” katanya.

Kekuatan durian itu ada di rasa. Level manisnya di atas rata-rata. Namun, tetap ada rasa gurih. Ada yang bilang terdapat semriwing rasa mint. Ditambah sensasi rum yang kuat. Lantas di akhir ada pahit tipis. Kualitas itulah yang membuat si cokelat memiliki pelanggan tetap. Kebanyakan adalah pencinta durian dari Jawa Tengah. ”Biasanya dari daerah Wonogiri,” ujar perempuan 45 tahun itu.

Berharap Bendungan Segera Beroperasi

Selain memiliki durian lokal yang kualitasnya bisa bersaing, Karanggede sebenarnya sangat potensial jadi desa wisata baru di Pacitan.

Sebab, selain aneka duriannya yang mampu menarik pengunjung, sebuah bendungan bakal segera beroperasi di desa itu. Bangunan tersebut bisa jadi objek wisata.

Ditambah dengan hijaunya kawasan perbukitan yang mampu menyegarkan mata pengunjung, warga sangat yakin mimpi mewujudkan desa wisata di Karanggede itu bisa terwujud. ”Sehingga memasarkannya lebih mudah,” ujar Gitun.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c10/ris



Close Ads