alexametrics

Durian Kunirjiman: Dulu Bernama Kunir, Berubah setelah Menang Kontes

13 Februari 2020, 13:48:31 WIB

Durian Kunirjiman adalah salah satu unggulan Kabupaten Trenggalek. Durian itu sudah tersertifikasi. Selain dari segi rasa, varietas tersebut dikenal karena keawetannya.

DURIAN Kunirjiman adalah salah satu jenis durian asal Jatim yang sudah bersertifikat. Berdasar lampiran keputusan menteri pertanian RI 2015, spesifikasi durian itu disebutkan secara detail.

Durian asal Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, itu memiliki kulit kuning kecokelatan dan duri kerucut yang tidak rapat. Beratnya mencapai 2,5 kilogram. ’’Dulu waktu ikut kontes, Jiman selaku pemilik durian mengusung nama Kunir. Setelah memenangi kontes itu, dia menamakannya Kunirjiman,’’ jelas Edi Haryanto, perwakilan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim.

Dulu, pohon durian tersebut memang dibudidayakan petani bernama Jiman. Kini, pohon itu dikelola anaknya, Ridin Suryadi. Ridin menceritakan, durian Kunirjiman diambil dari nama Kunir dan Jiman (nama ayahnya).

Durian tersebut banyak diburu saat musim panen. Pasalnya, buah itu punya keunggulan rasa yang khas. Menurut Ridin, kelebihan varietas Kunirjiman adalah rasanya yang manis nan legit. Selain itu, durian Kunirjiman bisa bertahan hingga lima hari. Selama itu, durian tersebut tidak mlethek (terbuka sendiri). ’’Ada yang sampai seminggu. Tapi, rasanya mungkin sudah berubah,” ujarnya.

Rata-rata durian Kunirjiman memiliki lima juring. ’’Rasanya manis legit, daging buahnya tebal, dan daya simpannya bisa sampai seminggu. Asalkan disimpan pada suhu 26–28 derajat Celsius,’’ terang Ridin.

Hasil produksinya pun lumayan. Kendati pohon induk Kunirjiman sudah berusia 200 tahun, pohon itu masih bisa menghasilkan hingga 500 buah. ’’Kualitasnya dari pohon induk juga masih bagus,” ungkapnya.

Namun, ada PR yang harus diselesaikan Ridin. Saat cuaca terlalu panas atau hujan terus-menerus, durian-durian dari pohon itu bisa berjatuhan lebih cepat. Bahkan ketika usianya masih sekepal tangan. ”Belum ada cara efektif untuk mengantisipasi itu. Kira-kira durian yang jatuh 20 persen,” tuturnya.

Ridin mengaku intensif membudidayakan varietas itu sejak 2010. Tepatnya setelah mengikuti pelatihan menjadi penangkar. ’’Saya pernah ikut pelatihan di Malang dan belajar dari pemilik durian Bido asal Lumajang selama lima hari,’’ paparnya.

Sejauh ini, pengembangannya cukup berhasil. Meskipun Ridin pernah mengalami kegagalan karena pohon duriannya terjangkit jamur. ’’Tapi, tidak sampai rugi banyak karena ternyata bisa diobati,” imbuhnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c18/ris


Close Ads