alexametrics

Tak Lagi Menyeramkan, Alas Purwo Jadi Destinasi Seru di Banyuwangi

12 November 2019, 17:25:06 WIB

JawaPos.com – Tahukah Anda jika hutan tertua Pulau Jawa terletak di Banyuwangi? Hutan tersebut masuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Predikat hutan tertua yang lekat pada Alas Purwo pun kerap menjadi pemicu kesan horor kawasan ini. Selain itu, konon beberapa area Alas Purwo juga kerap menjadi tempat bersemedi. Tak ketinggalan, hutan seluas 434,20 km² ini pun dianggap sebagai rumah berbagai makhluk gaib.

Lalu, siapa sangka jika kisah-kisah tersebut justru membuat Alas Purwo semakin diminati banyak wisatawan? Lepas dari kesan menyeramkan tersebut, hutan tropis ini justru menyimpan beragam pesona alam yang indah. Tertarik untuk menelusurinya? Yuk, cari tahu fakta menariknya lebih dahulu di sini!

1.  Melihat rombongan hewan langka
Salah satu yang paling menarik perhatian di Alas Purwo tak lain adalah rombongan banteng Jawa. Konon, di sini juga menjadi satu-satunya lokasi pelestarian banteng Jawa, sebagai spesies langka di Asia Tenggara. Ada pula aneka hewan lain seperti merak, rusa, babi hutan, bahkan macan tutul.

Untuk melihat hewan-hewan tersebut, pengunjung bisa datang ke padang rumput (sadengan) saat pagi atau siang hari. Pada waktu tersebut biasanya hewan-hewan sedang mencari makan. Asyiknya, pengelola juga menyediakan feeding ground (area makan) dan sumber air. Jadi, rombongan hewan bisa dengan mudah mencari makan. Pengunjung pun bisa lebih mudah menemukan hewan-hewan tersebut.

2. Berfoto dengan pepohonan raksasa
Sebagai hutan tropis sekaligus hutan tertua, Alas Purwo tentu menyimpan beragam jenis tanaman. Salah satu yang akan menarik perhatian wisatawan adalah keberadaan pepohonan raksasa. Tak hanya lebat, pepohonan tersebut juga memiliki batang serta akar yang besar hingga membentuk deretan teratur.

3. Menelusuri gua tersembunyi
Tak kalah menarik, di Taman Nasional alas Purwo wisatawan juga bisa melihat keindahan gua. Setidaknya, terdapat tiga gua yang bisa dikunjungi wisatawan yaitu Goa Istana, Goa Padepokan, dan Goa Mayangkoro.

Biasanya, pengunjung hanya mampu sampai di Goa Istana karena jaraknya yang paling dekat yaitu 2 km. Selain itu, Goa Padepokan dan Goa Mayangkoro bisa berjarak sekitar 3 – 4 km dari Pos Pancur. Nantinya, jangan heran jika terdapat beberapa peninggalan barang-barang bekas semedi di masing-masing gua.

4. Berkunjung ke situs budaya
Siapa sangka jika di kawasan hutan tertua ini terdapat situs budaya. Ya, di Alas Purwo terdapat peninggalan Kerajaan Majapahit yang bernama Situs Kawitan. Situs ini dipercaya amat keramat karena kerap menjadi lokasi acara keagamaan. Karena itu pula, dibangun Pura Giri Salaka yang kini menjadi lokasi berbagai upacara keagamaan.

Konon, wisatawan juga diharapkan melakukan salah hormat di situs ini untuk meminta izin sebelum memasuki Alas Purwo. Hal tersebut, dianggap untuk menghindari hal buruk selama menjelajahi hutan tertua di Banyuwangi ini.

5. Bersantai di pantai para peselancar dunia
Banyuwangi memang dikenal dengan keindahan baharinya. Salah satunya berada di kawasan Alas Purwo, yaitu Pantai Plengkung. Pantai ini bahkan masuk kategori “The giant 7 wave wonder” karena kondisi ombaknya yang besar. Tak jarang, Pantai Plengkung menjadi destinasi favorit para peselancar dunia.

Jadi, semakin tertarik untuk menelusuri keindahann Alas Purwo? Jika ingin perjalanan semakin mudah dan seru, cobalah mengikuti tur untuk mengelilingi Alas Purwo. Dengan begitu, wisatawan bisa dengan mudah mengunjungi satu per satu lokasi menarik di Alas Purwo. Selain itu, wisatawan pun bisa sekaligus memahami kisah tentang Alas Purwo.

Agar lebih mudah dan praktis, pengunjung bisa membeli paket tur Alas Purwo melalui Traveloka Xperience. Paket tur ini bahkan meliputi jasa antar-jemput, makan siang, hingga kunjungan ke toko oleh-oleh.

Tunggu apalagi? yuk lihat keindahan dibalik kisah horor Alas Purwo dengan memesan paketnya. Agar lebih menguntungkan, kamu bisa membeli paket turnya dengan diskon 30% dari Traveloka Xperience. Promo ini berlaku sampai 31 Desember mendatang. Jadi, kamu bisa berwisata dengan bujet yang minim!

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads