alexametrics

Lezatnya Tren Camilan ‘Artisan Bakery’ yang Disukai Pencinta Roti

12 Oktober 2020, 21:38:15 WIB

JawaPos.com – Bagi pencinta roti dan kue, saat ini semakin dimanjakan dengan beragam pilihan. Tampilan kreasinya juga lucu-lucu dan menggugah selera. Tren tersebut disebut dengan istilah ‘Artisan Bakery’.

Ketika mampir ke toko bakery, hal yang paling disukai pencinta roti adalah mencium aroma roti yang masih segar dan baru selesai dipanggang. Kegembiraan anak kecil saat melihat roti mengembang, atau merobek croissant panas benar-benar tak tertandingi.

Tren camilan dari Eropa itu memiliki berbagai jenis dimulai dari beragam bagel, croissant, cruffin, kue, babka, baguette, dan banyak lagi. Dalam Jakarta Dessert Week (JDW) 2020 lewat festival daring, beragam teknik kue dan roti disuguhkan.

Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills Rio Ferdian melihat tren Artisan Bakery saat ini sedang naik daun. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, kata dia, trennya semakin banyak orang membuat usaha kuliner di rumah.

“Di saat pandemi ini semakin banyak usaha olahan makanan dadakan yang dijual via online,” katanya secara daring baru-baru ini.

Menurutnya, istilah artisan pada dunia kuliner merujuk pada produk kue, roti atau es krim yang dibuat dalam jumlah terbatas. Secara harfiah, artisan yang berasal dari bahasa Prancis berarti pengrajin yang membuat produk dengan tangan (handmade).

“Jadi istilah Artisan Bakery di sini merujuk pada pembuat roti atau kue yang memiliki kemampuan untuk membuat produk roti dengan teknik dan kualitas yang tinggi dan dalam jumlah yang terbatas,” jelasnya.

Rio melihat di Jakarta belakangan ini mulai bermunculan toko kue atau roti dengan konsep artisan. Artisan Bakery adalah sebuah konsep pembuatan roti yang memproduksi roti dengan kesegaran tinggi.

“Jadi dijual di toko dan juga diproduksi di toko tersebut. Roti artisan identik dengan roti yang tak terlalu lama dipajang di etalase dan biasanya dijual di keranjang-keranjang bukannya dalam kemasan,” paparnya.

“Pertumbuhan artisan bakery yang mengutamakan unsur handmade dengan highlight bahan baku terigu, harus mengutamakan unsur kreativitas,” tambah Rio.

JDW 2020 merupakan salah satu bukti bahwa pandemi Covid-19 tak mampu membendung kreativitas para pelaku bisnis. Ada beberapa sajian-sajian premium yang dihadirkan seperti tinkerbell choux fairies, yume ichigo (strawberry dream), pudding cookies vanilla tea time, dan donat magical berries.

Editor : Bintang Pradewo




Close Ads