alexametrics

Durian dengan Rasa Unik dari Lumajang, Dinikmati Bersama Madu

11 Februari 2020, 12:48:15 WIB

Menjelajahi desa-desa di lereng Gunung Semeru untuk berburu durian ciamik seolah tak ada habisnya. Di sana, ada sejumlah durian lokal yang menawarkan rasa unik. Mulai sensasi asam dipadu gurih hingga rasa kacang.

PENAMPILAN durian yang satu ini menggoda sejak dari awal. Begitu buah dibelah, warna deretan daging buahnya begitu cantik, kuning layaknya jagung. Teksturnya juga tebal dan lembut.

Selain karena tampilan luarnya yang menggoda, rasa yang disajikan buah tersebut juga maknyus. Manis legit. Bukan hanya itu, penikmat durian ini bakal mendapati sensasi unik lain. Ada rasa asam dan gurih yang berbaur jadi satu. Tidak monoton. Memberikan variasi yang berbeda saat mengecap raja buah ini.

Seperti itulah sekilas kualitas durian santri, salah satu varietas durian di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Bedayutalang di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra durian.

Jenis tersebut adalah salah satu yang paling banyak diburu pencinta durian karena rasanya nan unik. Bukan hanya durian santri, di wilayah itu ada durian lokal lain yang memberikan sensasi rasa lain daripada yang lain. Di antaranya, durian gadis dan durian sangking.

Bentuk dan warna kulit maupun daging buah durian sangking nyaris sama dengan durian santri. Tapi, rasanya berbeda. Manis dan gurih lebih dominan. Selain itu, ada sensasi unik dari durian tersebut. Yakni, rasa kacang yang muncul pada after taste. Dagingnya pun lembut dan creamy.

Lain lagi dengan durian gadis. Varietas itu punya keunggulan pada sensasi pahit yang muncul di akhir. Durian tersebut lebih cocok dinikmati bagi penggemar yang suka durian kelas berat.

Pegiat durian Lumajang Rahmat Saleh mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat durian-durian di lereng Semeru memiliki rasa yang khas dan unik. Letak geografis adalah salah satunya. Durian pegunungan memang punya rasa yang khas. ”Berbeda dengan daerah pesisir, kecenderungan memiliki rasa yang legit,” katanya.

Faktor lain yang berpengaruh pada kualitas durian adalah perawatan yang diberikan. Di antaranya, pemberian pupuk yang teratur dan tidak berlebihan akan membuat buah maksimal.

Juga soal vegetasi. Hasil pohon yang mendapat sinar matahari lebih banyak biasanya lebih bagus. ”Dulu banyak pemilik durian yang memotong daunnya untuk pakan kambing. Akhirnya hasil buah durian kurang maksimal. Baik dari jumlah buah maupun rasanya,” jelasnya.

Selain kualitas buah yang begitu unik, yang bikin para penggemar durian betah berlama-lama di sana adalah sensasi lain saat menikmati buah berjuluk king of fruit itu. Salah satunya adalah makan durian dengan madu.

Adalah Sali, petani dan pemilik pohon durian, yang menawarkan sensasi itu. Dia selalu mengajak para pembeli untuk mencobanya. Ya, minum madu setelah makan durian dipercaya bisa menambah stamina. Lebih greng. ”Coba saja, pasti di badan terasa hangat dan enteng,” ujarnya.

Madu yang disajikan pun terjamin. Asli kualitasnya. Sali sendiri yang membudidayakan. ”Ada sarang madu yang saya buat, tidak jauh dari rumah,” paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c25/ris



Close Ads