alexametrics

Plesiran Ke Bangkok dan Pattaya, Nonton Atraksi Gajah Di Nong Nooch

9 Oktober 2019, 15:05:51 WIB

Selain Singapura, Thailand adalah negara yang kerap jadi destinasi berlibur warga Indonesia. Cita rasa makanan dan tatanan kotanya tak jauh beda dengan di tanah air. Selain itu, harga kebutuhan di sana murah!

PERTENGAHAN bulan lalu saya bersama tiga orang teman melancong ke Negeri Gajah Putih bareng Monas Tours and Travel. Tak sulit menemukan penerbangan dari Surabaya-Bangkok pp. Kami menggunakan Scoot, maskapai penerbangan low-cost carrier milik Singapore Airlines (SIA) Group yang terbang dari Surabaya ke lebih dari 60 destinasi internasional. Maskapai ini menawarkan fasilitas yang nyaman dan terbang tepat waktu.

Kami memesan hot meal untuk disantap selama perjalanan. Dari sekian banyak menu yang menggugah selera, kami memilih Makhani Chicken with Basmati Rice. Tekstur ayam yang lembut dan bumbu yang gurih terasa lumer di mulut. Scoot juga menawarkan fasilitas sambungan Wi-Fi dalam penerbangan dan stop kontak saluran listrik di kursi dalam armada Boeing 787 Dreamliner yang luas (saya mencobanya saat perjalanan dari Bangkok ke Singapura).

BUAT PILIHAN: Fasilitas sambungan wifi
dan stop kontak di dalam pesawat bisa
dimanfaatkan penumpang. (Scoot for Jawa Pos)

Dari Surabaya kami transit di Bandara Changi Singapura, lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Hawa dingin menyambut kami setibanya di Bangkok. Saat ini udara di sana sedang dingin, malam hari juga sering hujan deras. Selama empat hari tiga malam, kami tak hanya plesiran di Bangkok tapi juga Pattaya. Berikut ini beberapa tempat wisata yang bisa jadi jujukan Anda jika berencana liburan ke Thailand.

The Grand Palace

Inilah destinasi wisata paling populer di Bangkok. Grand Palace merupakan kompleks bangunan yang terdiri dari Temple of Emerald Buddha, Phra Maha Monthien Buildings, Phra Maha Prasat Buildings dan Chakri Maha Prasat Buildings, dan masih banyak lagi. Bangunan ini menjadi tempat tinggal monarki Thailand sejak 1782. Namun Raja Bhumibol Adulyadej (yang meninggal pada 2016 lalu) pindah ke Chritralada Palace. Meski begitu, tempat ini masih digunakan untuk menggelar upacara kerajaan tiap tahun.

Area Grand Palace cukup luas, yakni sekitar 218.400 m2. Untuk itu, pakai sepatu yang nyaman. Jangan lupa untuk memakai pakaian di bawah lutut dan berlengan. Jika tidak, petugas tidak mengijinkan Anda masuk. Namun Anda bisa menutup bagian baju yang terbuka dengan kain yang banyak di jual di luar area Grand Palace. Untuk masuk ke area ini, Anda perlu merogoh kocek lumayan. Yakni sebesar THB 500 (Rp 231.500).

Destinasi populer yang tidak boleh dilewatkan. (Adinda Wahyu Azmarani/Jawa Pos)

Nong Nooch Tropical Garden

Berlokasi di Pattaya, kami menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Bangkok menggunakan mobil melewati jalan tol. Tempat ini memiliki berbagai taman bunga. Salah satu yang menarik adalah Cactus Garden. Kita bisa melihat taman penuh dengan kaktus jenis cereus yang tinggi menjulang dan golden barrell. Di sini kita bisa menikmati show budaya Thailand. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi gajah. Para gajah, mulai dari anakan sampai yang berukuran besar, menari diiringi musik. Gajah-gajah ini bermain sepak bola, basket, melukis, dan yang paling menegangkan yaitu memijat punggung penonton. Pengunjung juga bisa berfoto menaiki belalai gajah dengan membayar THB 100 (Rp 46.300).

Menikmati Cactus Garden. (Adinda Wahyu Azmarani/Jawa Pos)

Wat Arun

Wat Arun merupakan salah satu di antara 31.200 candi Buddha yang tersebar di Thailand. Lokasinya persis di samping Sungai Chao Praya, Bangkok. Untuk sampai ke sana, kami menyeberang menggunakan river boat dari pelabuhan kecil di dekat Wat Pho. Hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk sampai ke tujuan. Candi ini dihiasi dengan pecahan kulit kerang, kaca berwarna dan porselen Tiongkok yang didominasi warna putih. Waktu terbaik datang ke Wat Arun adalah sore hari karena pemandangan dari Chao Praya akan sangat indah.

Wat Arun yang indah. (Adinda Wahyu Azmarani/Jawa Pos)

Floating Market

Apalah artinya datang ke Thailand tanpa berkunjung ke pasar seninya. Untuk itulah kami datang ke Pattaya Floating Market. Kami berkeliling menyusuri bangunan kayu yang berdiri di atas sungai. Di dalamnya dijual berbagai macam kerajinan tangan khas, baju, makanan, dan minuman khas Thailand. Beberapa penjual juga menjajakan dagangannya dari atas perahu. Pengunjung bisa menyusuri sungai sambil berbelanja dari atas perahu dengan membayar sebesar THB 800 (Rp 370.500).

Pasar terapung yang ikonik. (Adinda Wahyu Azmarani/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adn/jan



Close Ads