alexametrics

Perlu Kurikulum dan Event untuk Lestarikan Kuliner Lawas

9 Mei 2021, 12:28:09 WIB

PAKAR kuliner Indonesia William Wongso mengatakan, belum ada upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan warisan kuliner yang hampir hilang itu. Belum lagi gempuran resep simpel yang kini menjadi tuntutan dalam sebuah masakan.

“Dalam keluarga banyak yang disesali karena neneknya sudah tidak ada. Anaknya tidak belajar tentang masakan yang dulu sering ada di meja. Apalagi cucunya, pasti akan kehilangan jejak rasa itu,” ucap William.

Menurut pakar gastronomi tersebut, salah satu kendala kuliner Indonesia adalah hanya menjadi tradisi di dalam rumah saja. Kuliner itu tidak keluar dan diperkenalkan. Akhirnya terputus oleh garis keturunan dari keluarga tersebut.

Hal ini diperparah dengan peran pemerintah yang masih minim.

“Kita itu banyak mengabaikan tradisi kuliner daerah untuk diajarkan. Misalnya lewat SMK yang di tiap daerah pasti ada. Seharusnya setiap sekolah bisa menyusun silabus untuk melestarikan kekhasan daerah dan jangan sampai punah,” tutur William.

Dia melihat susunan silabus SMK boga, misalnya, masih dipenuhi dengan masakan manca. Proporsi program silabus kuliner Indonesia atau daerah sangat sedikit. Itu yang seharusnya diperbaiki.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gal/c17/dra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads