alexametrics

Durian Rengkel Kediri, Si Hijau Kaya Rasa dari Lereng Gunung Kelud

9 Januari 2020, 18:12:42 WIB

Namanya memang belum setenar jenis lain. Namun, durian ini menjadi primadona di ”rumah” asalnya. Sensasi rasa yang khas menjadi alasan utama.

BUKAN cuma tahu kuning dan getuk pisang, Kabupaten Kediri juga dikenal dengan aneka duriannya. Ada sejumlah varietas unggul di sana. Misalnya, durian kelud, durian gapu, dan durian podang asal Kecamatan Kandangan.

Kini ada varietas lain yang mulai jadi primadona. Namanya adalah durian rengkel, singkatan dari lereng Gunung Kelud. Durian itu dikembangkan warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung.

Bagi warga di sana, durian tersebut ibarat harta karun yang baru terjamah. Sebab, varietas itu ternyata menjadi buruan para pencinta durian. Sampai-sampai, durian tersebut tidak bisa dipasarkan ke luar kecamatan di ring satu Gunung Kelud itu.

Jika dibandingkan dengan jenis lain, kulit luar durian tersebut lebih hijau dan segar. Tampilan daging buahnya juga menarik, berkilat dan garing. Beberapa buah terdapat daging sempilan. Juga terdapat selapis daging tebal tanpa biji di dalam satu juring yang sama. Karena itu, durian tersebut tak mudah rusak saat dipegang. Aromanya pun lembut, tidak seperti durian montong atau jenis lainnya.

Yang membuat durian rengkel begitu istimewa adalah rasanya. Saat digigit, sensasi renyah langsung terasa. Penikmat seakan tengah mengunyah degan (buah kelapa muda). Lembut, tetapi tetap terasa gigitannya.

Soal rasa, durian tersebut cenderung manis, tanpa ada sensasi yang pahit. Meski legit, rasa manisnya tidak langsung membuat penikmatnya jenuh. Itu cocok bagi penikmat durian pemula.

Banyak penggemar yang menyebutkan, rasa manis durian tersebut berada di tingkatan yang pas. Malah, jika betul-betul peka, ada sedikit masam yang bisa dirasakan. ”Itu bukan karena faktor buahnya yang belum matang. Karakteristik unik durian rengkel, ya seperti itu,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Kebonrejo Yayan Yusgiyanto.

Selain itu, para penikmat durian rengkel bisa mendapati sensasi rasa kacang di bagian akhir daging buah. Sebuah sensasi yang sulit ditemukan di durian lain. ”Makanya, kalau pernah mencoba rengkel, jarang orang mau ganti jenis lain,” katanya.

Pohon durian rengkel sebenarnya sudah ada cukup lama. Diperkirakan, usianya lebih dari 50 tahun. Kini tanaman tersebut dibudidayakan warga. Karena itu, persebarannya lebih banyak di perkampungan.

Cara panen durian rengkel juga berbeda dengan lainnya. Durian itu murni diambil saat sudah jatuh ke tanah. Tidak ada metode ikat buah atau diambil dari pohon saat tangkai masih menyatu dengan dahan.

Tidak ada perawatan durian rengkel yang khusus seperti jenis lain. Pohon dibiarkan tumbuh besar begitu saja. Juga tak ada pemupukan. Meski demikian, satu pohon bisa menghasilkan 400–1.000 buah per panen.

Kini banyak warga yang menjualnya di halaman rumah saat tiba panen raya. Masa itu bisa dimanfaatkan para penggemar buah untuk datang ke sana. Syukur-syukur, pembeli berkesempatan mengambil langsung saat buah jatuh.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : c12/ris


Close Ads