alexametrics

Kasada untuk Evaluasi Pembukaan Bromo

7 Juli 2020, 12:28:50 WIB

JawaPos.com – Penjagaan Yadnya Kasada tahun ini sangat ketat. Maklum, pelaksanaannya akan jadi bahan evaluasi untuk pembukaan wisata di kawasan Bromo.

”Jika nanti pelaksanaan Yadnya Kasada sudah berjalan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, itu menjadi evaluasi Bupati (Probolinggo) untuk membuat rekomendasi pembukaan wisata Gunung Bromo,” kata dr. Anang Boedi Yoelijanto, juru bicara ketua pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (6/7).

Di tengah pandemi Covid-19, hanya warga Suku Tengger yang diperbolehkan masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat Yadnya Kasada. Wisatawan dilarang menghadiri.

Saat Yadnya Kasada, satu-persatu warga datang membawa hasil bumi untuk dibawa ke kawah gunung Bromo. Sebelum memasuki kawasan Gunung Bromo, warga terlebih dahulu harus melalui empat check point yang disiagakan.

Mulai dari desa paling bawah, yakni Desa Sapikerep. Sebanyak 20-30 warga desa setempat bersiaga. Setiap warga setempat diwajibkan untuk menggunakan masker.

Tak hanya itu, pengecekan identitas warga juga dilakukan untuk mastikan bahwa pengunjung benar-benar penduduk sekitar Gunung Bromo. Hal yang serupa juga dilakukan di Desa Ngadas, Desa Ngadisari, dan di areal TNBTS. Upaya ini dilakukan agar warga patuh terhadap aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

”Empat titik disiagakan. Setiap titik punya kewajiban pemeriksaan protokoler kesehatan dan identitas. Yang tidak berkepentingan tidak diperbolehkan masuk ke TNBTS,” terang Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian.

Petugas check point yang bersiaga merupakan usaha gotong-royong warga. Semuanya dilakukan untuk mewujudkan ketertiban saat perayaan Yadnya Kasada berlangsung.

”Pemeriksaan ini akan dilakukan selama dua hari sampai perayaan Yadnya Kasada selesai,” terangnya.

Sementara itu, Anang mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada masyarakat dan pelaku wisata di kawasan Bromo. Tingkat kepatuhan masyarakat Tengger terhadap protokol tersebut akan dinilai dan evaluasi.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ar/mas/fun/ttg



Close Ads