alexametrics

Durian Ripto Trenggalek, Jadi Unggulan karena Manisnya yang Pyur

7 Februari 2020, 14:59:08 WIB

NAMA varietas yang berasal dari Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, ini disesuaikan dengan penemunya, Mbah Suripto. Durian lokal tersebut dikenal masyarakat sebelum era 2000-an.

Karena dianggap berkualitas, durian itu mulai dikembangkan pada 2004. Kini, bibit durian ripto tersebar ke 14 kecamatan di Trenggalek. Sebagian besar durian ripto diproduksi di wilayah Kecamatan Watulimo. Pada September–Desember 2019, total ada 14 ribu kuintal buah yang dipanen.

Hingga dua bulan ke depan, jumlah buah ripto yang dipanen diperkirakan membeludak. Sebab, masa panen raya durian itu belum berlangsung. Diprediksi Maret mendatang. ”Ini sebenarnya belum masuk musim. Masih 10 persen yang panen,” ungkap Winanto, anak penemu durian ripto.

Tak salah jika durian ripto menjadi salah satu varietas andalan di kabupaten berjuluk Bumi Menak Sopal itu. Beragam keunggulan dimilikinya. Dari segi rasa, misalnya. Durian itu terkenal akan manisnya yang 100 persen. Tak ada pahit sama sekali. Apalagi jika daging buahnya sangat matang. ’’Pyur manis. Tidak seperti varietas lain yang masih terselip pahit di lidah,” tambah Winanto.

Durian ripto juga punya kelebihan dari segi bentuk. Ukurannya terbilang jumbo. Beratnya bisa mencapai 3 kilogram. Warna kulit luarnya juga khas dan jadi penanda matang atau tidaknya durian tersebut. Semakin kuning kulitnya, maka buahnya semakin matang.

Selain itu, durian ripto terkenal awet. Kenikmatan varietas tersebut bisa bertahan hingga tiga hari. Tidak seperti jenis lain yang rata-rata hanya dua hari.

Karena seabrek keunggulan itu, durian ripto terpilih menjadi varietas pertama asal Trenggalek yang bersertifikat pada 1990. Disusul dua durian lokal lainnya. Yakni, Kunirjiman dan Rindu. ”Tiga varietas ini sudah tersertifikasi,” kata Kasi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Trenggalek Siti Mubarokah.

Harga durian ripto cukup terjangkau. Rp 25 ribu per kilogram. Harga itu cukup stabil dari tahun ke tahun. ’’Tidak menurun meski masuk masa panen raya,” ujar Winanto.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c18/ris


Close Ads