alexametrics

Pengunjung Melebihi Kapasitas, Struktur Candi Borobudur Mulai Aus

6 Juni 2022, 11:43:40 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) dan peneliti Borobudur Marsis Sutopo mengatakan, beberapa bagian pada Candi Borobudur kini aus karena jumlah pengunjung melebihi kapasitas. Saat ini yang paling potensial mengalami keausan adalah batuan tangga yang dilewati ribuan wisatawan setiap hari. ”Karena kalau berjalan naik turun dalam posisi menahan dan tergesek sepatu juga,” jelas Marsis.

Kemudian, banyak relief dinding yang mengalami kerusakan karena faktor lingkungan berupa panas, hujan, angin, penggaraman, serta faktor usia. Ada juga faktor yang disebabkan evaporasi setelah hujan. ”Juga karena berbagai jasad renik berupa lumut, jamur, batu, dan algae yang tumbuh di atas permukaan batu,” katanya.

Untuk struktur yang miring atau ambles ke dalam tanah, Marsis mengungkapkan sejauh ini belum terdeteksi. Sebab, kuil 9 tingkat tersebut dimonitor dan diukur dengan alat-alat modern. Yang paling mengkhawatirkan justru jumlah pengunjung yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Melebihi daya tampung fisik Candi Borobudur. Marsis mengilustrasikan, dengan asumsi faktor pemulihan (turnover), bangunan Candi Borobudur hanya mampu menahan 128 orang dalam satu waktu. Sementara itu, halamannya berkapasitas 523 orang. Lalu, taman di zona 2 sebanyak 10.308 orang.

Namun, jika mengabaikan turnover factor, Marsis menyebut tubuh Candi Borobudur bisa menampung 1.391 orang dengan halaman candi 5.670 orang serta taman zona 2 sebanyak 111.666 orang dalam satu waktu. Dengan perhitungan tersebut, Marsis setuju jika dilakukan pembatasan kunjungan. ”Dibatasi jumlah orang dan waktunya sesuai carrying capacity,” katanya.

Namun, dia menyebut perlu dipertimbangkan kemampuan daya beli wisatawan domestik dan para pelajar. ”Kalau sampai Rp 750 ribu, kapan wisatawan Nusantara bisa naik atau melihat candi?” katanya. Harga, kata Marsis, juga harus disesuaikan dengan lokasi dan rencana kunjungan. Apakah mau naik candi sampai di halaman saja atau sampai di zona 2. ’’Jangan sampai belum-belum wisatawan sudah terintimidasi dengan harga tiket yang mahal. Masyarakat yang mencari rezeki di sekitar candi akan merasakan dampaknya,” kata Marsis.

Guru besar antropologi UGM Heddy Shri Ahimsa Putra juga setuju jika diterapkan pembatasan pengunjung Borobudur. Dia mengingatkan, dengan status sebagai warisan dunia yang diakui UNESCO, Borobudur bukan lagi hanya urusan Indonesia. Melainkan juga dunia.

Heddy menyebut, UNESCO pernah melayangkan teguran dan mempertanyakan komitmen Indonesia dalam merawat Borobudur. Bahkan, UNESCO mengeluarkan nada peringatan keras. Jika Indonesia tak mampu merawat Borobudur, kuil Buddha Mahayana terbesar di dunia tersebut bakal dikeluarkan dari daftar warisan dunia. ”Jika ini terjadi, kita sebagai bangsa Indonesia akan malu,” jelasnya.

Heddy juga mengingatkan mahalnya konsekuensi jika Borobudur dibiarkan rusak. Biaya perbaikan akan menelan dana besar. Sebagai ilustrasi saja, pemugaran yang dilakukan pada dekade ’70-an membuat Candi tersebut harus ditutup dari wisata selama 10 tahun.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/dee/mia/lum/c6/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads