alexametrics
Laporan M. Hilmi Setiawan dari Madinah

Mencicip Lezatnya Kambing Panggang Madu-Wijen Khas Uighur

3 September 2019, 19:17:15 WIB

JawaPos.com – Jamaah haji yang berkunjung ke Madinah belum afdhal jika tidak makan olahan kambing Uighur dan kepala kambing panggang. Begitulah seloroh Rosyid, warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Arab Saudi.

Senin (2/9) malam, Rosyid mendampingi Dendi Abdul Azis bersama beberapa rekannya. Dendi adalah jamaah haji kloter JKS-64. Dendi bersama Rosyid dan jamaah lainnya baru saja menghabiskan tiga kepala kambing panggang dan satu kg daging kambing panggang Uighur.

“Tekstur daging kambingnya lembut,” kata Dendi.

Dia mengaku tergoda dengan penampilan kambing Uighur yang merah mengkilap. Kemudian juga dihiasi dengan taburan wijen. Bagian kulit kambing itu terasa renyah saat dimakan.

Dendi menjelaskan olahan bumbu kambing itu tidak menyengat sebagaimana olahan kambing ala timur tengah lainnya. Dia mengatakan, olahan kambing Uighur cocok dengan lidah orang Indonesia seperti dirinya.

Salah satu pedagang kambing panggang Uighur dan kepala kambing panggang itu adalah Nazmul Hasan. Di lokasi ini ada sejumlah warung sejenis. Nazmul mengatakan harga daging kambing Uighur 100 riyal (Rp 400 ribu) untuk 1 kg.

“Kalau beli satu ekor utuh harganya 900 riyal,” jelasnya.

Sementara itu harga kepala kambing panggang 18 riyal (sekitar Rp 70 ribu) per kepala. Saat rombongan petugas haji makan malam di warung Nazmul Hasan, menyiapkan sambal kecap untuk penambah cita rasa.

Nazmul mengatakan, pada musim haji bisa menghabiskan sampai 15 ekor kambing dalam sehari. Sementara pada hari-hari biasa menghabiskan 7-8 ekor kambing. Sementara untuk kepala kambing, pada dalam sehari bisa sampai 150 kepala.

Proses memanggang kepala kambingnya cukup unik. Yakni dimasukkan ke tungku pemanggang yang ada di bawah teras restoran. Lama memanggangnya sampai lima jam. Sementara untuk proses memanggang kambing Uighur sekitar 3 jam.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Hilmi Setiawan

Close Ads