alexametrics

Kopi Moktail Gantikan Kopi Susu

3 Juli 2022, 18:01:30 WIB

DULU eksplorasi dan kreasi racikan kopi terbatas pada perpaduannya dengan susu dan krim. Namun, mixology mengubah paradigma itu. Kopi pun kini menjadi kaya rasa. Tren kopi moktail menyajikan banyak pilihan bagi para penikmat kopi kekinian.

Mixologist asal Boyolali Cakra Virajati mengatakan, kini semakin banyak barista yang bermain-main dengan rasa dasar kopi. Mereka mengombinasikannya hingga menjadi minuman dengan konsep baru.

”Bisa dibilang trennya sekarang barista naik kelas. Banyak coffee shop yang punya signature beverage dari moktail. Menu-menu yang unik banyak bermunculan,” katanya saat ditemui Jawa Pos bulan lalu.

Menurut Cakra, konsumen Indonesia memang suka bereksplorasi. Mencoba rasa dan hal-hal baru. Karena itu, pas jika moktail kemudian menjadi tren.

”Bukan cuma kopi ya, teh juga hampir sama. Saat ini orang masih cenderung suka rasa yang fruity, berikutnya floral. Tren ini sepertinya masih akan bertahan hingga 2023,” ujar pendiri Kedai Teh Dialog itu.

Selain kekayaan rasa, adakalanya konsumen juga memilih minuman yang bisa bekerja layaknya mesin waktu. Misalnya, racikan teh tubruk yang mengingatkan mereka pada teh buatan nenek. Ada memori yang muncul saat orang-orang menikmatinya.

”Minuman kesehatan dan tradisional juga sedang naik daun ini. Apalagi pandemi Covid-19 belum usai ya. Mixologist bisa bermain di seputar bahan-bahan itu,” imbuh juara Tea Mocktail Master Competition 2019 tersebut.

Panggung kompetisi mixology pun semakin sering digelar belakangan ini. Baik yang berbahan dasar kopi maupun nonkopi. Di balik meja bar, mixologist adalah koki yang memasak hidangan untuk memuaskan pembeli yang datang. Kini profesi itu mulai banyak dilirik sebagai peluang baru. Maka, workshop maupun kegiatan yang berkaitan dengan racik-meracik minuman kian eksis di berbagai kota.

Menjadi mixologist, kata Cakra, gampang-gampang susah. Gampang karena hampir semua bahan food grade bisa diracik menjadi minuman. Susahnya ya karena ada pertaruhan kepekaan lidah di sana. ”Yang terpenting adalah kenali rasa dasar bahan dulu. Kemudian kita tingkatkan dengan bahan lainnya. Tidak ada batasan bahan. Semua bisa diolah berdasar inspirasi dan imajinasi kita,” papar juara Tea Master Cup Indonesia 2019 itu.

Cakra mengatakan, mixology adalah sebuah seni. Seperti seniman yang menuangkan tinta di atas kanvas, mixologist meramu bahan untuk menciptakan masterpiece. ”Kemampuan lidah jelas modal utama yang harus dimiliki ya. Mixologist harus punya kepekaan dan sensitivitas di lidah mereka. Sebab, enak atau tidak yang menentukan bergantung indra pengecap kita,” ungkap pria kelahiran Bekasi itu.

Bagaimana cara melatihnya? Dia menyatakan, sering mencicipi minuman dengan berbagai komposisi yang berbeda adalah salah satu cara untuk memperkaya rasa. Dari sana akan tercipta kamus rasa yang sangat bermanfaat bagi mixologist.

”Karakteristik bahan itu kan beda-beda. Nah, dari sini latihannya, tahu mana bahan yang cocok dengan bahan dasar A. Jadi, jangan ngasal. Paling tidak harus ada alasan kenapa bahan itu harus masuk ke gelas mixology kita,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gal/c19/hep

Saksikan video menarik berikut ini: