Perpaduan itu dianggap cukup baik oleh dosen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga, Qonita Rachmah. Qonita melihat ada kelebihan dari sajian tersebut. Dari nilai gizi, kol dan kecambah dianggap sebagai komposisi paling penting. ”Taoge cukup kaya vitamin C dan fosfor. Sementara, kol kaya serat, kalsium, vitamin C, dan zink,” jelas Qonita.
Kehadiran dua sayur itu membuat nilai gizi di Tahu Guling Mbah Joyo termasuk kategori mencukupi. ”Vitamin C bagus untuk imunitas. Kalsium dan fosfor baik untuk kepadatan tulang, terutama bagi lansia,” ungkapnya.
Tahu juga membuat sajian dianggap cukup baik bagi tubuh. Qonita menyatakan, tahu bukan makanan biasa. Ada kandungan gizi yang jarang diketahui. ”Tahu juga sumber pangan nabati yang bagus. Kaya antioksidan untuk kerja jantung yang baik dan mencegah radikal bebas yang merusak tubuh,” ujar Qonita.
Meski menu tahu guling ini kaya gizi, ada komposisi yang perlu dijaga agar tetap seimbang. Yakni, jumlah air gula yang digunakan. Jika air gula terlalu banyak, jelas hal itu tidak akan bagus bagi tubuh. ”Penggunaan air gula, selama masih batas wajar, sebenarnya bukan masalah. Batasan sehari adalah 40 gram gula,” tandas Qonita. (gus/c14/dra)
*) QONITA RACHMAH, Dosen Ilmu Gizi, FKM, Universitas Airlangga