alexametrics

SGPC Bu Wiryo 1959, Nasi Pecel yang Sarat Nostalgia

30 April 2022, 10:55:42 WIB

SEGO Pecel Bu Wiryo 1959 merupakan kuliner legendaris Jogjakarta. Nasi dengan sayuran bermandi bumbu kacang selalu pas disantap setiap saat. Selain cita rasanya yang khas, warung di Jalan Argo CT VIII, Klebengan, itu bagaikan monumen kenangan masa lalu.

Bagi para alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sego Pecel (SGPC) Bu Wiryo adalah nostalgia masa kuliah. Itulah salah satu alasan yang membuat warung tidak pernah sepi pengunjung.

”Jadi, cerita-cerita alumni itu yang membuat pengunjung penasaran untuk datang. Bagaimana sih rasa nasi pecel resep Bu Wiryo,” kata Sekretaris Indonesian Chef Association (ICA) Jogjakarta Nur Wahyuni saat berbincang dengan Jawa Pos pada Kamis (28/4).

Yuyun –nama panggilan Nur Wahyuni– menyebut nasi pecel sebagai kuliner yang pas. Ya, pas di perut dan pas di kantong. ”Kalau disajikan di restoran berbintang, harga nasi pecel bisa menjadi mahal. Seporsi bisa sampai Rp 100 ribu. Tapi, rasa hampir sama. Cuma plating-nya yang berbeda. Jadi, terlihat lebih elegan,” ungkap perempuan 45 tahun tersebut.

Menurut Yuyun, nasi pecel Jogjakarta berbeda dengan nasi pecel Jawa Timur. Yang membedakannya adalah bumbunya. Di Jawa Timur, bumbu pecelnya cenderung pedas. Sebaliknya, di Jogjakarta, bumbu kacangnya terasa manis dan beraroma kencur. Itu sesuai dengan kesukaan masyarakat Jogjakarta.

”Begitu pun variannya. Di sini (Jogjakarta, Red) pecel dimakan dengan nasi. Di Jawa Timur, biasanya dikombinasikan juga dengan tepo atau lontong,” ujar Yuyun.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ian/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads