alexametrics
Bebek Goreng Cak Yudi Langganan Bu Mega (17)

Megawati Paling Suka Paha Goreng Kering di Bebek Cak Yudi

30 Maret 2022, 07:17:51 WIB

Bagi Megawati Soekarnoputri, makan bebek goreng di Surabaya berarti menyambangi Bebek Cak Yudi. Favorit presiden perempuan pertama Republik Indonesia itu adalah paha bebek goreng bertabur serundeng. Cocolannya jelas sambal mangga muda alias sambal pencit.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

MEGAWATI Soekarnoputri kali pertama berkunjung ke rumah makan Bebek Cak Yudi pada pertengahan 1985. Ketika itu Megawati belum menjabat presiden. Dia baru merintis karier politiknya. Perempuan kelahiran Jogjakarta pada 23 Januari 1947 itu datang bersama sang adik, Guruh Soekarno Putra.

Rumah makan yang Megawati sambangi adalah lokasi lawas Bebek Cak Yudi di Jalan Tanjung Pinang. Sekarang Bebek Cak Yudi terletak di Jalan Tanjung Torawitan No 39, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Pada kunjungan perdana itu, Megawati memesan sepotong bebek bagian paha. Guruh juga memesan bagian yang sama. Kakak beradik itu meminta bebek pesanan mereka digoreng kering. Kurang dari lima menit kemudian, pesanan tersaji. Lengkap dengan taburan serundeng dan sambal pencit.

Megawati dan Guruh tidak langsung menyantap hidangan di depan mereka. Sesekali jari telunjuk Megawati menekan daging bebek. Mungkin ingin mengetahui tingkat keempukan daging. Setelah itu, mereka mencicipi sambal pencit dan serundeng.

Wajah mereka terlihat bingung. Maklum, ketika itu belum ada warung yang menyajikan bebek goreng plus sambal mangga muda di Kota Pahlawan. Baru Bebek Cak Yudi saja.

”Bebek pun lantas dimakan. Sempat diam sebentar. Tapi, Ibu Mega menyukainya. Dia bilang kalau rasa bebek gorengnya enak,” kenang Mashudi, pemilik rumah makan Bebek Cak Yudi, kepada Jawa Pos. Kesan pertama itu berlanjut pada rangkaian repeat order. Pesanan pertama berlanjut pada pesanan berikutnya. Demikian seterusnya.

Sembari bercerita tentang kedatangan pertama Megawati, Mashudi menunjukkan rombongnya. Pria 62 tahun itu mengatakan bahwa gerobak beratap tenda tersebut adalah lapak dagangnya yang pertama. Dulu dia berkeliling mendorong rombongnya. Karena itu, setelah kini punya warung, dia ingin mengabadikan kenangan dan perjuangan masa lalunya lewat gerobak yang dipajang di warung.

Setiap hari Bebek Cak Yudi hanya buka tiga jam. Mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Dalam waktu singkat itu, sekitar 250 porsi bebek goreng dan empal ludes terjual. ’’Maksimal buka sampai jam 7 malam. Tapi jarang. Sebelum magrib, semua makanan sudah habis,” kata Hadi Purwanto, putra pertama Mashudi.

Tidak hanya bebek dan empal, sambal pencit juga menjadi favorit para pembeli. Jika kehabisan bebek atau empal, mereka pantang pulang dengan tangan kosong. Sambal pencit menjadi incaran. Meski hanya sedikit dan tanpa bebek.

’’Kalau kata mereka, walaupun hanya makan nasi putih, tapi kalau pakai sambal pencit dari sini, rasanya pasti enak. Rasanya seperti makan nasi bebek,” ucap Hadi. Karena itu, menurut Hadi, terkadang sambal pencit diberikan secara cuma-cuma. Sebab, mereka sudah jauh-jauh datang, tetapi tidak kebagian bebek goreng.

Pria kelahiran Surabaya, 1 Maret 1980, itu mengatakan bahwa pelanggan Bebek Cak Yudi berasal dari berbagai kalangan. Mulai masyarakat biasa, figur publik, hingga pejabat. Ya polisi, anggota TNI, wali kota, bupati, gubernur, sampai presiden.

Bebek Cak Yudi juga tidak hanya punya pelanggan di Surabaya atau wilayah Indonesia lainnya. Kini bebek goreng yang digandengkan dengan sambal pencit itu juga bisa dinikmati oleh WNI di mancanegara. Yaitu, Amerika, Singapura, dan Malaysia.

Untuk pengiriman jarak jauh, seperti ke Amerika, Hadi mengatakan bahwa bebeknya diolah dengan cara yang berbeda. Pertama, bebek dimasak basah. Kemudian, semua bumbu pelengkap disajikan secara terpisah. Termasuk serundeng, sambal pencit, dan minyak bebek. Olahan tersebut bisa bertahan hingga 24 jam. ’’Walaupun sudah seharian, bebek masih enak dimakan,’’ ucapnya.

Bebek Cak Yudi rupanya memang susah dilupakan. Megawati setelah tidak menjabat presiden pun masih sering memesan bebek goreng. Namun, bukan dia yang menyambangi warung, melainkan bebek dan paketannya yang dikirim ke kediamannya di Jakarta. Yang pesan pun ajudannya. Jumlah pesanan bervariasi. Mulai puluhan hingga ratusan bungkus.

”Enggak harus lagi di Surabaya. Kalau lagi ada acara di Jakarta atau daerah lain, masih suka pesan. Waktu pelantikan Presiden Joko Widodo, beliau minta untuk diantar ke istana,” ujar Mashudi.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama Surabaya, Bebek Cak Yudi memang istimewa. Rasanya enak. Setiap hari pelanggan berdatangan. Kamis pertengahan Desember itu misalnya. Bebek Cak Yudi yang baru buka pada pukul 15.00 WIB sudah diserbu pembeli sejak siang. Kebanyakan adalah pelanggan tetap.

Salah satunya Dani Satria Utomo. Pria 47 tahun itu tiba di warung sekitar 30 menit sebelum jam buka. Kebiasaan tersebut dia lakukan tiap kali pengin makan Bebek Cak Yudi.

”Sengaja datang lebih awal biar nggak ngantre. Karena biasanya baru buka, warung langsung penuh. Bisa nggak kebagian tempat,” kata penduduk Jalan Rungkut Asri, Kecamatan Rungkut, Surabaya, itu. Jarak dari rumahnya ke Bebek Cak Yudi berkisar 17 kilometer.

Dani rela menempuh perjalanan jauh demi bebek goreng favoritnya. Tepat pukul 15.00 WIB, Bebek Cak Yudi buka. Dani memesan paket nasi paha bebek goreng dan es teh manis. Hari itu, dia beruntung. Mashudi-lah yang membuatkan langsung pesanannya.

”Jadi teringat saat diajak orang tua makan di sini pada 1987. Waktu itu saya masih SMP. Pertama kali makan langsung suka. Dagingnya empuk dan bersih. Apalagi sambal pencit-nya. Pedasnya pas,” ucap Dani.

Sore itu, dia lahap menyantap bebek buatan Mashudi. Keringat membasahi wajahnya yang semringah. Kurang dari 20 menit, seporsi nasi bebek goreng dihabiskan Dani tanpa sisa. Bagi penggemar bebek goreng seperti Dani, Bebek Cak Yudi sangat istimewa. Meski sudah mencicipi hampir semua olahan bebek goreng di Kota Pahlawan dan Madura, Dani menganggap Bebek Cak Yudi sebagai yang terbaik.

Bisa Tidak Warungnya Buka Enam atau Tujuh Jam?

NIKEN Purwidiani, dosen Tata Boga dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengakui kesempurnaan Cak Yudi dalam mengolah daging bebek. Rasanya tidak perlu diragukan lagi. Tekstur dagingnya yang empuk dan tidak amis membuat warung Bebek Cak Yudi memuncaki daftar nasi bebek recommended di Surabaya.

Mulai kulit sampai daging yang melekat pada tulang, bebek olahan Cak Yudi terasa lezat. Taburan serundeng dan sambal pencit menyempurnakan sajian tersebut.

’’Pedesnya dapet, tapi nggak berlebihan. Lalu, rasa asem dan kecut pada sambal juga ada. Lengkap. Semua rasa menyatu dalam setiap gigitan,’’ terangnya saat berbincang dengan Jawa Pos pada pertengahan Maret lalu.

Bebek, lanjut Niken, biasanya identik dengan daging berwarna gelap yang alot dan amis. Bebek goreng juga selalu berminyak atau terlihat kinclong. Ciri-ciri seperti itulah yang sering membuat orang enggan menyantap bebek. Namun, Mashudi berhasil mengatasi itu semua. Bebek goreng olahannya empuk dan aromanya sedap.

’’Selain bebek, ada juga menu empal goreng yang rasanya juara. Nggak perlu ada yang harus dikoreksi. Sempurna,’’ ujar perempuan kelahiran Nganjuk tersebut.

Namun, menurut Niken, ada hal lain yang bisa ditingkatkan di warung Bebek Cak Yudi. Misalnya, plating. Alangkah baiknya jika sajian nasi bebek dihadirkan menarik agar sesuai dengan kualitas rasanya.

Nasi, bebek, sambal, dan bumbu pelengkap tidak asal ditaruh di atas piring. Bila perlu, hidangkan nasi dan lauk pada piring yang berbeda. Hiasan alias garnis bisa pula ditambahkan, bisa dikreasikan dari lalapan. ’’Plating memang bukan hal utama. Tapi, sayang saja makanan sekelas Bebek Cak Yudi tidak dihidangkan maksimal. Sebab, rasanya sudah sangat baik. Punya cita rasa sendiri dan tidak kalah dari makanan di restoran berbintang,’’ papar Niken.

Selain itu, Niken menyarankan Mashudi memperpanjang jam buka warungnya. Tidak hanya buka sejak pukul 3 sore sampai pukul 7 malam, tetapi bisa ditambah menjadi enam atau tujuh jam dalam sehari. Salah satu tujuannya adalah mengurangi antrean. Niken biasanya selalu datang minimal 15 menit sebelum warung buka agar bisa menjadi pelanggan pertama. Dan, terutama juga agar tidak kehabisan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c6/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads