alexametrics

Rendah Kolesterol, Daging Rajungan Lebih Gurih

28 April 2022, 10:18:35 WIB

KABUPATEN Tuban identik dengan rajungan. Olahan rajungan yang cita rasa dan aromanya khas memang mudah ditemukan di wilayah tersebut. Yang menonjol dari olahan rajungan adalah rasa pedasnya.

Latifahtur Rahmah, dosen Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo International, menyatakan bahwa pedas adalah ciri khas masakan pesisir. Di Tuban, kuliner yang paling digemari adalah kare rajungan pedas. Menurut Ifa, kuliner itu dirintis salah satu rumah makan di Tuban pada 1985.

Rasa kare yang pedas menyengat ternyata justru digemari. Dari situ, kata Ifa, mulai muncul banyak rumah makan yang menjual kare rajungan pedas di Tuban. ”Ini yang akhirnya menjadi kuliner khas Tuban. Sebab, penjualnya menjamur,” terangnya dalam perbincangan dengan Jawa Pos kemarin (27/4).

Rajungan mirip kepiting. Warna rajungan saat mentah cukup unik. Yakni, kebiruan dengan corak bentol-bentol. Namun, setelah rajungan dimasak, warnanya mirip kepiting. Hanya, rasa rajungan lebih gurih. Daging rajungan juga relatif empuk. ”Habitatnya memang di laut, salah satunya ya di pesisir Tuban,” jelas Ifa.

Jika dibandingkan dengan kepiting, kandungan protein rajungan lebih tinggi. Daging rajungan juga lebih tebal. Dan, yang paling menarik adalah kandungan kolesterolnya pun lebih rendah.

Perempuan berdarah Tuban itu doyan banget kare rajungan pedas. Apalagi, sebagian besar juru masak mempertahankan cara tradisional untuk mengolah rajungan menjadi hidangan. Salah satunya adalah tetap memakai kayu bakar.

Bumbu yang digunakan dalam kare rajungan pedas juga khas. Yang dominan adalah santan dan cabai. Menurut Ifa, hidangan pedas memang lebih banyak lahir di kawasan pesisir yang hawanya panas. ”Kare rajungan pedas cocok disantap pada siang hari,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : omy/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads