alexametrics

Masih Kurang Telling Story Kuliner Nusantara

25 Maret 2022, 07:25:04 WIB

SAJIAN soto di tanah air tak terlepas dari pengaruh budaya Tionghoa. Soto berasal dari kata caudo yang berarti rerumputan jeroan atau jeroan berempah. Sebab, daging merupakan makanan mewah pada masa kolonial.

Interaksi sosial masyarakat Tionghoa yang baik membuat soto diterima lidah orang pribumi. Meski, terdapat modifikasi atau penambahan bumbu dan isian menyesuaikan kebiasaan daerah setempat. Soto dengan kuah bening memiliki filosofi perasaan yang jernih atau bersih.

Indonesia punya beraneka ragam soto di setiap daerah. Biasanya, penamaan sebuah varian soto akan diikuti dengan nama daerahnya. Misalnya, soto mi Bogor, soto Betawi, soto Banjar, maupun soto Kudus.

Isian soto mi Bogor terdiri atas mi kuning, bihun, risol, kikil, daging sapi, dan sayuran pelengkap. Kuahnya berwarna kuning bening. ”Makanya termasuk dalam kategori clear soup,” ujar chef Erik Fernandajaya kepada Jawa Pos Selasa (22/3).

Meski demikian, beragam soto di Indonesia memiliki satu benang merah. Yaitu, menggunakan bahan rempah-rempah.

Sejumlah presiden RI memang kerap disebut gemar menyantap soto mi karena pengaruh keberadaan istana kepresidenan di Bogor. Sayangnya, menurut Erik, telling story kepada masyarakat tentang khazanah kuliner Indonesia ini kurang banyak. Padahal, terdapat ratusan jenis soto di Indonesia.

”Hanya segelintir soto yang diketahui banyak orang. Malah mungkin ada beberapa jenis soto yang nyaris punah karena kalah populer dari makanan asing,” jelas Erik. ”Di luar negeri, setiap masakan dibuat cerita agar menarik minat masyarakat untuk mencicipi. Itulah yang disebut terminology of food,” tambahnya.

Dan, bisa jadi, soto mi kian teralienasi di lidah anak-anak kiwari. Penikmatnya semakin terbatas dan soto mi hanya dikonsumsi masyarakat usia 40 tahunan ke atas.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : han/c14/dra

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads