alexametrics

Sate Hadori Cerminan Bandung sebagai Kosmopolitan

22 Maret 2022, 07:33:31 WIB

SEJAK 1940-an sampai sekarang, Sate Hadori bertahan. Bahkan tetap tenar. Fadly Rahman, pengamat kuliner, menyebut fenomena Sate Hadori sebagai bukti bahwa Bandung adalah kosmopolitan. Soal kuliner, makanan dari wilayah Indonesia yang mana pun bisa didapati di Kota Kembang. Tinggal sebut saja.

Kehadiran makanan dari luar daerah tidak membuat masakan Sunda yang khas Bandung menjadi tenggelam. Semuanya bisa berdampingan dan memiliki penggemar masing-masing.

Sebagai kota penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Bandung memang selalu diwarnai keberagaman.

Kunci dari semua percampuran budaya itu, menurut Fadly, adalah Stasiun Bandung. Pengajar di Universitas Padjadjaran itu menyatakan bahwa kedai-kedai makan pionir seperti Rumah Makan Madura Madrawi, Warung Nasi Bu Eha, dan Sate Hadori selalu berada di pusat keramaian.

”Memang munculnya di sekitar Stasiun Bandung. Di situ memang kawasan yang ramai. Sejak dibukanya jalur kereta api, banyak sekali orang dari luar Bandung yang membuka usaha makanan,” papar Fadly.

Mengutip Haryoto Kunto dalam Semerbak Bunga di Bandung Raya, Fadly menyampaikan bahwa Bandung dikenal sebagai surganya jajanan sejak dulu. Bandung menjadi tempat membaurnya berbagai kuliner. Pendatang bisa mencicipi masakan khas Sunda seperti oncom dan peuyeum. Namun, mereka juga bisa dengan mudah mendapatkan kuliner dari daerah lain. Misalnya, sate, mi kocok, dan sebagainya.

Dalam perbincangan dengan Jawa Pos pada pekan lalu, Fadly menuturkan bahwa Sate Hadori layak diapresiasi. Warung itu mampu mempertahankan eksistensinya dan bahkan masih menetap di tempat kali pertama mereka buka. ”Ada nilai historis yang ingin mereka jaga,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : agf/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads