alexametrics

Ingkung Ayam Jadi Sarana Nyenyuwun

19 April 2022, 06:31:29 WIB

ADA begitu banyak simbol dalam kehidupan masyarakat Jawa. Bahkan, ingkung ayam memiliki makna. Bukan sekadar ayam utuh yang dilumuri kuah santan kental. Bentuk ayam yang seperti orang bersimpuh dengan kepala memandang ke atas itu punya makna mohon ampunan dan mensyukuri yang telah didapatkan dalam hidup. Konon, ingkung ayam dulu disajikan dalam upacara kematian.

Dosen Jurusan Sejarah Universitas Sanata Dharma Heri Priyatmoko menyatakan, masyarakat Jawa gemar bermain-main dengan simbol. Mereka tidak mengungkapkan sesuatu secara gamblang. Terlebih mereka yang masih berada dalam lingkaran keraton.

”Persembahan doa yang dilekatkan atau diwujudkan pada makanan itu merupakan hal lumrah dalam pandangan manusia Jawa. Jangan buru-buru menuduh klenik, apalagi musyrik. Itu sarana nyenyuwun,” jelas Heri kemarin (18/4).

Heri menjelaskan, dalam tradisi Nusantara, fungsi makanan bukan hanya sosial dan ekonomi, tetapi juga ritual. Realitas itu tecermin dalam Serat Centhini (1814–1823) yang merekam aneka makanan untuk sesaji maupun ruwatan.

Terpisah, Hardian Eko Nurseto dari Universitas Padjadjaran mengakui bahwa makanan memang kerap dipakai untuk mengungkapkan ikatan-ikatan sosial, solidaritas kelompok, dan suasana psikologis tertentu. Dia mencontohkan tradisi ingkungan di Desa Tirtosari, Jogjakarta, setiap Idul Fitri. Setiap keluarga memasak sega wuduk dan ingkung ayam sebagai sesaji.

”Sega wuduk sebagai simbol pencapaian hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Ingkung ayam melambangkan cita-cita utama yang diwujudkan dengan selalu njungkung (bersujud, Red) dan diperoleh dengan selalu manekung atau bermuhasabah,” paparnya.

Dalam kajian antropologi, makanan tidak semata-mata dikonsumsi untuk memelihara kesehatan manusia. Menurut Seto, makanan secara universal merupakan subjek dari interpretasi simbolis dan ritual serta alat manipulasi politik dan ekonomi. ”Sejalan dengan masyarakat Jawa yang menggunakan ingkung sebagai simbol permohonan,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads