alexametrics
Warung Langganan Presiden (6)

Jokowi Ketagihan Sumsum Putih, Soeharto-Mega Pesan Menu Rahasia

19 Maret 2022, 07:07:49 WIB

Nama warungnya Jenang Gesti Lempuyangan. Namun, lebih dikenal dengan sebutan Jenang Pak Harto karena tak terhitung berapa kali presiden kedua RI itu menikmatinya. Dua presiden lainnya, Megawati dan Joko Widodo, juga menjadi pelanggan setia.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Jogja

MUCHNAM, pendiri Jenang Gesti, tidak pernah bisa tidur setelah mendapat kunjungan dari ajudan presiden di awal 2000-an. Dia harus begadang lebih lama untuk menyiapkan tiga jenis jenang: sumsum, candil, dan ketan hitam. Tiga jenis bubur itu jadi favorit Megawati Soekarnoputri. Semasa memimpin, presiden kelima itu sering berkunjung ke Jogja. Megawati rupanya jatuh cinta dengan jenang buatan Muchnam.

Nama Gesti di warung jenang Muchnam diambil dari nama sang anak, Sugesti.

Satu dekade silam, Gesti kemudian meneruskan usaha keluarga yang berdiri sejak 1950 itu.

’’Dari cerita ibu, Ibu Megawati selalu pesan tiga jenis bubur itu. Tidak pernah berubah,’’ kata Novaria Kusumatuti, anak Sugesti, yang kini jadi generasi ketiga penjual Jenang Gesti Lempuyangan. Wanita yang akrab disapa Novi itu berjualan menggantikan Sugesti sejak 2019.

’’Ibu Megawati itu selalu pesan 100 porsi setiap ke Jogja. Beliau minta bubur tetap ditaruh di dalam kendil, tempat memasak bubur,’’ jelas Novi.

Novi tahu sejarah panjang kuliner keluarganya itu. Sebab, saat berusia 11 tahun, dia sudah diminta membantu sang nenek Muchnam untuk membuat bubur. ’’Saya kadang disogok pakai permen biar mau ikut masak bareng nenek dan ibu,’’ beber Novi.

Dia juga tahu kalau Soeharto, presiden kedua, sering memesan jenang. Padahal, lokasi berjualan Jenang Gesti sangat nyempil. Berada di tengah Pasar Lempuyangan, Jogja. Itu pula yang membuat nama Jenang Gesti dilengkapi dengan kata Lempuyangan.

Jadi, bagaimana Soeharto bisa tahu ada jenang enak di dalam pasar yang nyelempit? Semua berawal dari Keraton Jogjakarta. Raja Jogja (alm) Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) IX adalah pelanggan Jenang Gesti Lempuyangan. Setiap ada kunjungan tamu ke keraton, Sultan HB IX selalu menyuguhkan jenang tersebut.

Suatu waktu Presiden Soeharto berkunjung ke Keraton Jogja dan mencicipi jenang itu. Soeharto pun langsung jatuh hati. Setelah itu, Soeharto sangat sering memesan Jenang Gesti Lempuyangan. Saking seringnya, sampai warungnya disebut Jenang Pak Harto.

’’Kalau Pak Harto itu selalu wajib pakai ketan hitam. Bubur lainnya nggak masalah. Yang penting harus ada ketan hitam,’’ ungkap Novi.

Padahal, ketan hitam tidak pernah ada dalam menu Jenang Gesti. Hanya ada empat jenis jenang yang dijajakan di pasar: sumsum putih, candil, mutiara, dan sumsum cokelat. Jadilah ketan hitam sebagai secret menu Jenang Gesti. Tak heran, kalau setiap ada pesanan ketan hitam, baik itu dari Soeharto maupun Megawati, Muchnam selalu kelabakan.

’’Soalnya, kalau bubur biasa, tiga jam sudah cukup buat masak. Sudah matang. Kalau ketan hitam itu, masaknya bisa sampai empat jam, padahal itu pakai dua tungku,’’ beber Novi.

BERVARIASI: Jenang Gesti menyediakan berbagai jenang. Dari kiri, sumsum cokelat, mutiara, dan sumsum putih. (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)

Nah, seperti Soeharto, Presiden Joko Widodo juga tahu Jenang Gesti saat berkunjung ke Keraton Jogja pada 2015. Presiden asal Solo tersebut saat itu menginap beberapa hari di Jogja. Keraton menyajikan Jenang Gesti ke keluarga Jokowi setiap hari. Pengageng keraton meminta agar jenis jenang yang disajikan selalu berbeda setiap hari.

Pada hari pertama, Jokowi tidak mempermasalahkan jenis jenang yang dihidangkan. Namun, tidak demikian pada hari kedua. Presiden 60 tahun itu tampak kebingungan. ’’Karena pada hari itu tidak ada sumsum putih dalam sajian jenang,’’ kenang Novi.

Jokowi kemudian memanggil ajudannya. Diminta untuk menemui Novi yang kebetulan kebagian menyajikan jenang di dalam keraton. ’’Pak Jokowi minta setiap hari harus ada sumsum putih. Pokoknya setiap hari wajib ada jenang sumsum putih,’’ kenang wanita kelahiran 12 November 1993 itu.

Novi sendiri yang menyiapkan jenang untuk Jokowi. Bagi dia, itu adalah kali pertama memasak untuk orang nomor satu di Indonesia. Meski begitu, dia sama sekali tidak grogi. ’’Karena sejak umur 11 tahun sudah bantu nenek masak. Sudah tahu bagaimana resepnya. Apa yang harus dilakukan. Kalau grogi, nanti kan jenangnya malah jadi nggak enak toh, Mas,’’ kata ibu satu anak itu.

Saat ini Novi memang jadi tumpuan usaha kuliner legendaris tersebut. Sang ibu, Gesti, memang masih sangat sehat. Namun, dia tidak pernah berjualan lagi di pasar sejak 2019. ’’Aku juga yang masak setiap malam. Dulu awal-awal masih sering dikontrol sama ibu, tapi sekarang sudah nggak,’’ kata Novi. Dia sudah tahu bagaimana cara masak yang benar. ’’Wong dari kecil aku sering lihat nenek masak,’’ tambahnya.

Setiap hari Novi memasak empat jenis jenang saja. Sumsum putih, candil, mutiara, dan sumsum cokelat. Hanya dibutuhkan waktu tiga jam untuk memasak empat jenis bubur itu. Novi mulai memasak pukul 04.00 WIB, kemudian selesai pada 07.00 WIB. Satu jam berselang, dia membawa dagangannya ke Pasar Lempuyangan. ’’Tidak sampai dua jam, kadang jenangnya sudah habis,’’ jelas Novi.

Empat jenis bubur itu disajikan di daun pisang. Semua dimasukkan dan dicampur dengan santan. Satu porsi harganya hanya Rp 5 ribu. Maka tak heran, 350 porsi itu bisa ludes dalam dua jam. ’’Kadang satu pelanggan bisa makan 3–4 porsi,’’ jelas Novi.

BUBUR SUMSUM PUTIH (AHMAD KHUSAINI/JAWA POS)

Pelanggan yang datang bahkan bukan hanya dari Jogja. Sebagaimana Betty Liliani. Dia adalah warga asli Denpasar. Kebetulan dia ada acara keluarga di Jogja. ’’Saya tahu kalau Jenang Gesti ini langganan para presiden. Makanya, saya ingin coba, bagaimana sih jenangnya presiden. Ternyata memang beda. Enak,’’ ucap Betty.

Kalangan muda juga sering berkunjung. Vita Rara adalah warga asli Jogjakarta. Awalnya, dia tahu nama Jenang Gesti Lempuyangan karena jadi langganan presiden. ’’Terus saya coba datang. Eh, ternyata memang enak. Jenang mutiaranya besar, sumsumnya gurih,’’ kata wanita 24 tahun itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c12/dra

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads