alexametrics

Hangudeg Menjadi Ngudak Menjadi Gudeg

18 Maret 2022, 08:42:07 WIB

KITA patut bersyukur karena Kerajaan Mataram pernah berada atau pindah ke daerah Alas Mentaok. Tempat yang ditumbuhi banyak pohon nangka itu menjadi cikal bakal gudeg. Ya, kuliner khas Jogjakarta tersebut memang berbahan baku nangka muda atau gori.

“Hangudeg itu teknik memasak,” kata Fadly Rahman, sejarawan Universitas Padjadjaran, kepada Jawa Pos pada Jumat (4/3). Makanan itu, konon, awalnya dinikmati para pekerja. Karena jumlah mereka banyak, sekali masak pun banyak pula.

Lalu, untuk mengaduk masakan itu, si juru masak menggunakan centong kayu besar. Proses itulah yang dinamakan hangudeg alias mengaduk.

Hangudeg jarang ditemukan dalam percakapan orang Jogjakarta masa kini. “Memang bahasa itu ada perubahan,” tutur Fadly. Namun, dalam percakapan sekarang ada kata yang mirip, yakni ngudak atau mengaduk.

“Pada abad ke-16 populer untuk sajian di Kerajaan Mataram,” imbuhnya.

Sampai saat ini, gudeg menjadi ciri khas Kota Pelajar tersebut. Bisa menjadi buah tangan bagi para pelancong yang hendak kembali ke tempat asalnya. Saking populernya, gudeg tidak lagi hanya bisa ditemukan di Jogjakarta. Di wilayah mana pun di Indonesia, penjual gudeg tidak sulit ditemukan. Namun, cita rasanya mungkin juga tidak sama.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c7/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads